Share

Hati-hati! Es Teh Hambat Penyerapan Zat Besi, Ahli Gizi: 32 Persen Alami Anemia

Kevi Laras, Jurnalis · Selasa 27 September 2022 11:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Ist)

SEMPAT heboh es teh dikelola Nagita Slavina menuai berbagai kritikan netizen di Media Sosial, karena rasa teh yang diduga terlalu manis. Ahli gizi dr. Yohan Samudra mengungkap jika bahaya minum es teh bisa menyebabkan anemia.

Es teh mengandung fitat dan tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi. Menurut datanya sebanyak 32% anak hingga orang dewasa terkena anemia di Indonesia.

 anemia

Padahal zat besi, disampaikan dr Yohan sangat dibutuhkan oleh otak dalam tumbuh kembangnya. "Teh juga mengandung fitat dan tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi dan menyebabkan anemia. Bahkan hasil data Riskesdas menunjukkan 32% remaja dan dewasa muda di Indonesia mengalami anemia," ujar Ahli Gizi Primaya Hospital Tangerang, dr. Yohan Samudra kepada MNC Portal, Senin (26/9/2022)

Bukan hanya kopi yang berkafein, ternyata teh juga mengandung mengandung kafein. Tentunya ini tidak disarankan untuk anak-anak, dikatakan dr Yohan.

Hal ini berdasarkan American Academy of Pediatrics (AAP), yang tidak menganjurkan pemberian kafein kepada anak. "Menurut AAP anak usia <12 th tidak disarankan diberikan minuman apapun yang mengandung kafein," jelasnya

Di sisi lain, Ahli Kesehatan Profesor Zubairi Djoerban pun mengatakan jika mengonsumsi gula secara berlebihan bisa menimbulkan berbagai penyakit. Kadar gula darah yang tinggi akan diubah oleh tubuh menjadi lemak, sehingga dapat menyebabkan obesitas.

"Dari kondisi obesitas tersebut, risiko terkena kanker, gangguan jantung, dan otak akan lebih besar," ungkap Prof Zubairi di akun Twitter pribadinya, dikutip MNC Portal, Selasa (27/9/2022).

Sekadar informasi, gula tambahan yang biasanya ada di pangan kemasan memakai nama lain gula, seperti corn syrup, dekstrosa, fruktosa, glukosa, laktosa, dan banyak lagi. "Gula juga bermanfaat, salah satu fungsinya dalam metabolisme tubuh adalah menyediakan energi untuk menggerakkan aktivitas kita. Tapi, upayakan mengonsumsi gula alami seperti buah dan jangan lengah terhadap gula tambahan," jelas Prof Beri.

1
2