Share

7 Kebiasaan Buruk yang Merusak Jantung, Salah Satunya Terisolasi dari Orang Lain

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Senin 26 September 2022 18:05 WIB
$detail['images_title']
Terisolasi dari orang lain tak baik untuk jantung (Foto: Shutterstock)

TERNYATA terdapat sejumlah kebiasaan yang bisa merusak jantung. Selain merokok dan kebanyakan minum alkohol, terdapat hal lain yang bisa merusak jantung.

Terdapat tujuh kebiasaan buruk yang bisa merusak jantung, seperti dirangkum dari Huffington Post. Simak yuk, apa saja?

 diet rendah kolesterol

 

1. Diet rendah kolesterol

Orang yang menjalankan diet rendah kolesterol untuk menghindari lemak sehat, serta zat gizi makro yang penting, malah akan berpotensi untuk memiliki penyakit jantung. Dokter Daniel Edmundowicz, kepala kardiologi di Rumah Sakit Universitas Temple, menilai meski jenis diet ini tidak akan menyebabkan peningkatan kadar kolesterol, namun dapat menyebabkan penambahan berat badan dan memberikan banyak tekanan pada sistem gula dan sistem diabetes.

Akhirnya, bisa membebani sistem kardiovaskular. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perubahan kebiasaan makan yang tiba-tiba dan ekstrem dapat menyebabkan penurunan fungsi jantung.

2. Terisolasi dari orang lain

Terisolasi dari orang lain juga dapat berdampak besar pada kesehatan jantung kita, menurut Dr. Rigved Tadwalkar, selaku ahli jantung di Pusat Kesehatan Providence Saint John di Santa Monica, California menyebutkan menyendiri dapat menyebabkan depresi dan depresi ini lah yang meningkatkan faktor risiko kardiovaskular seperti hipertensi, gaya hidup dan kebiasaan makan yang buruk.

3. Buruknya kesehatan gigi

Masalah gigi seperti gusi dan kerusakan gigi ternyata dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri dalam aliran darah. Menurut Dr. Rigved, sangat mudah bagi bakteri di mulut untuk melakukan perjalanan ke darah. Gingivitis dan kesehatan mulut yang buruk bisa memicu terjadinya peradangan yang dapat memperburuk masalah jantung seperti kolesterol tinggi atau pecahnya plak.

 BACA JUGA:Tips Mencegah Terkena Penyakit Jantung, Dokter: Jalan Cepat Sampai Berkeringat!

4. Konsumsi obat dan suplemen tertentu

Beberapa obat dan suplemen tertentu pernah dapat berpotensi untuk memicu masalah kardiovaskular. Dokter Rigved menekankan bahwa setiap orang tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi obat-obat mereka. Namun, dengan catatan orang dengan masalah tekanan darah atau detak jantung mungkin perlu berhati-hati dengan dosis dari obat yang dikonsumsi. Maka dari itu, penting untuk konsultasi dengan dokter untuk mencari tahu dosis yang tepat untuk kesehatan jantung.

5. Konsumsi banyak kafein

Mengonsumsi kafein yang berlebih dapat mempercepat detak jantung, menyebabkan peningkatan detak jantung, menyebabkan kontraksi pembuluh darah dan peningkatan tekanan darah. Apabila seseorang sangat rentan terhadap gangguan detak jantung, kafein di kopi pada dosis tinggi dapat menyebabkan gangguan detak jantung.

6. Stres

Stres akan mengaktifkan sistem fight-or-flight secara kronis di dalam tubuh, hal ini akan menyebabkan peradangan dalam tubuh dan pelepasan hormon stres yang berkepanjangan seperti adrenalin. Faktor-faktor ini bisa jadi penyebab perubahan fisiologis dalam tubuh, termasuk peningkatan tekanan darah, kolesterol tinggi, obesitas, resistensi insulin dan gangguan ritme listrik.

Stres kronis juga dapat meningkatkan risiko pembekuan darah di seluruh tubuh. Jika gumpalan terbentuk di arteri yang sudah menyempit, menyebabkan serangan jantung.

7. Kebanyakan atau kurang tidur

Terlalu banyak atau terlalu sedikit tidur dapat menyebabkan masalah kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke. Bukan hanya tentang kuantitas tidur, tetapi juga kualitasnya. Tidur regeneratif berkualitas tinggi sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung. Kualitas tidur yang lebih rendah terkait dengan tekanan darah tinggi, peningkatan kolesterol, dan aterosklerosis (penumpukan plak di arteri).

1
2