Share

Heboh Es Teh Nagita Slavina Dinilai Tinggi Gula, Ini Bahayanya Kata Ahli!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 26 September 2022 10:20 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Ist)

PRODUK es teh yang dikelola Nagita Slavina 'dirujak' netizen habis-habisan, kemarin, Minggu (25/9/2022). Somasi yang dilayangkan pihak perusahaan kepada akun Twitter @Gandhoyy berujung kritik pedas netizen menyoal kandungan gula di minuman hits tersebut yang dinilai sangat tinggi.

Ahli Kesehatan Profesor Zubairi Djoerban pun angkat suara mengenai permasalahan ini. Ia menyoroti apa dampak buruk yang mungkin terjadi jika seseorang mengonsumsi gula dalam kadar berlebih.

 gula

"Gula di mana-mana. Sulit dihindari, apalagi yang merasakan sugar craving; ingin es teh manis saat panas, cokelat saat stres, es krim saat sedih, yang kesemuanya itu berisiko terhadap kesehatan (jika berlebihan)," terang Prof Beri, sapaan akrabnya di Twitter, dikutip Okezone, Senin (26/9/2022).

Ia melanjutkan bahwa es teh, cokelat, dan es krim yang mana itu semua mengandung gula tidaklah berbahaya. "Tapi dengan catatan tidak berlebihan," tegasnya.

Bukan cuma rasa manis yang menjadi perhatian, sambung Prof Beri, namun perlu dicermati juga kadar gula tambahan di dalam makanan atau minuman tersebut. Kadar gula tambahan ini bisa dicermati dengan melihat label kemasan di minuman atau makanan tersebut.

Gula tambahan yang biasanya ada di pangan kemasan itu memakai nama lain gula, seperti corn syrup, dekstrosa, fruktosa, glukosa, laktosa, dan banyak lagi.

Padahal asupan gula yang baik tidak oleh berlebihan. "Tidak lebih dari 10% kebutuhan energi. Ini setara dengan 4 sendok makan atau 50 gram per hari. Untuk pasien diabetes harus di bawah 4 sendok teh," jelas Prof Beri.

Follow Berita Okezone di Google News

Menurut Prof Beri, kebiasaan itu akan menyebabkan kadar gula darah meningkat. Kadar gula darah yang tinggi ini akan diubah oleh tubuh menjadi lemak, sehingga dapat menyebabkan obesitas.

"Dari kondisi obesitas tersebut, risiko terkena kanker, gangguan jantung, dan otak akan lebih besar," ungkapnya.

Meski begitu, gula tetap bermanfaat untuk tubuh. Namun harus dijaga konsumsinya. "Gula tetap bermanfaat, salah satu fungsinya dalam metabolisme tubuh adalah menyediakan energi untuk menggerakkan aktivitas kita. Tapi, upayakan mengonsumsi gula alami seperti buah dan jangan lengah terhadap gula tambahan," jelas Prof Beri.

1
2