Share

Sering Disebut Dalang dari Banyak Penyakit, Sebetulnya Apa Fungsi Gula dalam Tubuh?

Kiki Oktaliani, Jurnalis · Minggu 25 September 2022 21:55 WIB
$detail['images_title']
makanan manis penuh gula, (Foto: Freepik)

BANYAK orang yang begitu menyukai makanan dan minuman manis, atau yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah sweet tooth.

Meski gula ini juga penting dan dibutuhkan oleh tubuh, mengonsumsi terlalu banyak gula sudah sering disebutkan, punya dampak negatif untuk kesehatan karena akan memicu penyakit baru untuk muncul dan berkembang di kemudian hari. Contoh paling terkenalnya, penyakit diabetes dan obesitas.

Gula sendiri merupakan salah satu bentuk karbohidrat, ketika masuk ke dalam tubuh, maka tubuh memecah semua karbohidrat menjadi gula. Ada berbagai jenis gula, yang bervariasi dalam struktur molekulnya.

Monosakarida hanya terdiri dari satu molekul gula, menjadikannya bentuk gula yang paling sederhana. Mereka termasuk, glukosa, galaktosa (terkandung pada susu), fruktosa (gula yang umum dalam buah-buahan), Disakarida atau polisakarida adalah gula dengan dua atau lebih molekul. Ini termasuk sukrosa, yang merupakan bentuk umum dari gula meja dan laktosa, gula lain dalam susu dan produk susu pati.

Tubuh kemudian memecah karbohidrat menjadi glukosa, yang memasuki aliran darah dan bertindak sebagai sumber energi. Tidak heran, setelah menyantap sesuatu yang manis, biasanya kita akan merasa begitu berenergi dan penuh semangat.

Kerap disebut sebagai penjahat, dalang dari banyak penyakit, lantas sebetulnya apakah fungsi dari gula di dalam tubuh? Fungsinya sendiri, dikutip dari Medical News Today, Minggu (25/9/2022) gula (karbohidrat) menjadi bahan bakar yang menyediakan energi bagi tubuh. Tubuh memecah makanan yang mengandung karbohidrat menjadi glukosa, yang kemudian bisa masuk ke aliran darah.

Beberapa glukosa sangat penting agar otak, sistem saraf pusat, dan sel darah merah berfungsi dengan baik.

Tubuh memiliki mekanisme umpan balik alami, ketika kadar glukosa yang tinggi menyebabkan peningkatan produksi insulin, dan tingkat yang rendah menyebabkan penurunan kadar hormon ini.

Dijelaskan lebih lanjut, tubuh manusia itu memerlukan kadar insulin yang sehat agar bisa berfungsi dengan baik. Jika insulin terlalu sedikit atau tidak lagi berfungsi dengan baik, seseorang dapat terkena diabetes.

 BACA JUGA: Tingkatkan Pelayanan Kardiovaskular, Kemenkes Minta Bantuan Cleveland Clinic AS

BACA JUGA:Viral Isu Pemanis Berlebihan di Minuman Teh Kekinian, Ini Dampaknya untuk Kesehatan Jika Dikonsumsi Berlebihan

1
2