Share

Ternyata Paru Orang Kota Lebih Rentan Terkena Penyakit Kronik, Ini Kata Dokter Paru!

Kevi Laras, Jurnalis · Minggu 25 September 2022 11:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (foto: istimewa)

TINGGAL di Kota atau Desa tentu memiliki perbedaan dari sisi kebersihan udara. Polusi lebih ter-frame pada Kota, ternyata memiliki dampak jangka panjang dan pendek terhadap kesehatan.

Menurut dokter spesialis paru dr Agus, saat seseorang menghirup polusi dan mengalami reaksi gatal, batuk dan lainnya itulah dampak dalam jangka pendek. Disampaikan kalau polusi terbagi dua yaitu bersifat akut (jangka pendek) dan kronik (jangka panjang).

 sakit paru

"Untuk akut ini memang sering kali muncul namun tidak kita rasakan. Kalau kita lewat di suatu daerah yang polusi terus kemudian mata kita merah atau kita bersin-bersin, tenggorokan tidak nyaman itu dampak akutnya, kadang tidak terasa," ujar ujar Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K) dalam Pertemuan Ilmiah Khusus PDPI 2022 in Conjunction with The 2nd Indonesian Chronic Lung Disease International Meeting (ICLIME) di Jakarta, Sabtu (24/9/2022)

Polusi yang terdiri dari partikel kecil, seseorang kerap tak menyadari jika terpapar polusi. Salah satu cara mencegahnya, Agus mengatakan pakai masker saat beraktivitas.

Sebagaimana dikatakan, kalau polusi bisa sebabkan infeksi pernapasan bagian atas atau ISPA. Menurut datanya ternyata tinggi, yang mana di Kota jauh lebih tinggi dibandingkan di Desa.

"Bahkan kadang keluar tidak terasa karena kita pakai masker itu salah satu upaya mencegahnya. Akut lainnya adalah terjadi infeksi saluran nafas atas atau ISPA cukup tinggi," jelasnya

(vvn)