Share

Studi: Bayi Dalam Kandungan Bereaksi Terhadap Rasa dan Bau Makanan yang Dikonsumsi Ibu

Wiwie Heriyani, Jurnalis · Sabtu 24 September 2022 19:57 WIB
$detail['images_title']
Ibu Hamil (Foto: Timesofindia)

BARU-baru ini para peneliti dari Universitas Durham di Inggris timur menemukan bukti langsung terkait reaksi janin di dalam rahim, terhadap rasa dan bau makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil.

Penelitian tersebut dilakukan melalui eksperimen terhadap 35 ibu hamil yang mengonsumsi kangkung organik, 35 ibu hamil yang mengonsumsi wortel, serta 30 ibu hamil dengan jenis makanan lain.

Ibu Hamil

Dari hasil eksperimen tersebut menunjukkan, bahwa janin di dalam rahim ibu hamil yang makan salad kangkung bereaksi dengan ekspresi wajah seperti menangis. Sebaliknya, janin di dalam ibu hamil yang makan wortel justru menunjukkan ekspresi wajah seperti sedang tertawa.

“Jadi begini. Bukti langsung pertama bahwa janin manusia menunjukkan respons wajah terhadap rasa dari makanan ibu. Bisakah Anda menebak ibu janin mana yang memiliki kangkung, dan mana yang memiliki wortel?,” tulis Prof. Jackie Blissett, dikutip dari akun Twitternya, @proffblissett, Kamis, (22/9/2022).

Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan di Sage Journals, para ilmuwan mempelajari USG 4D dari 100 ibu hamil untuk menyimpulkan, bahwa bayi bereaksi positif atau negatif terhadap selera tertentu bahkan sebelum dilahirkan.

Para peneliti menemukan bahwa sebagian besar janin di dalam rahim yang terpapar kangkung tampak ‘meringis’, dan hampir semua janin bereaksi terhadap paparan wortel dengan senyuman.

“Penemuan ini menunjukkan bahwa janin dalam 3 bulan terakhir kehamilan cukup matang untuk membedakan rasa yang berbeda yang ditransfer dari makanan ibu,” ungkap ketua penelitian Beyza Ustun, dilansir dari Timesnownews, Sabtu, (24/9/2022).

Selain itu, penemuan terbaru para ilmuwan dari Durham University itu mengungkapkan bagaimana indera perasa dan penciuman pada janin dapat berkembang. Dan hal itu dinilai bisa membuat ibu hamil dapat memengaruhi preferensi selera anak-anak dan membantu mereka dalam membentuk kebiasaan makanan sehat.

Para ilmuwan juga percaya jika preferensi anak-anak untuk tidak menyukai sayur dapat diubah atau dihindari melalui pola makan sang ibu ketika mereka berada dalam kandungan.

“Kita mengatahui bersama bahwa memiliki pola makan yang sehat selama kehamilan sangat penting untuk kesehatan anak-anak. Dan bukti tersebut kami dapat untuk memahami bahwa menyesuaikan pola makan ibu dapat mempromosikan kebiasaan makan yang sehat untuk anak-anak,” jelas Beyza.*

1
2