Share

Bronkiolitis: Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Pengobatan, dan Pencegahan

Destriana Indria Pamungkas, Jurnalis · Jum'at 23 September 2022 09:23 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Freepik)

BRONKIOLITIS merupakan sebuah penyakit yang menyerang saluran pernafasan. Penyakit ini bisa menyebabkan penderitanya mengalami radang dan penyumbatan pada bagian bronkiolus.

Bronkiolus adalah saluran pernafasan dengan ukuran paling kecil di dalam paru-paru. Karena ukurannya yang kecil, jika seorang anak di bawah 2 tahun mengalami bronkiolitis, mereka umumnya akan mengalami sesak nafas.

Sesak Napas

Untuk tahu lebih kengkap mengenai penyakit bronkiolitis, simak penjelasannya berikut ini.

Penderita bronkiolitis umumnya akan mengalami batuk, pilek, demam ringan, dan hidung tersumbat. Setelah itu, gejala lain akan muncul selang beberapa hari. Gejalanya bisa berupa:

-Sesak nafas

-Mengi

-Penderita kesulitan untuk menyusui atau menelan

-Tubuh menjadi lemas

-Batuk terus meners, bahkan sampai muntah

-Nyeri pada telinga atau telinga mengeluarkan cairan

Umumnya, bronkiolitis disebabkan karena adanya infeksi respiratory syncytial virus (RSV). Virus ini biasanya menyasar anak-anak di bawah usia 2 tahun, apalagi saat musim hujan. Selain virus RSV, virus penyebab flu dan batuk pilek juga bisa menjadi penyebab seseorang terkena bronkiolitis.

Seseorang bisa dengan sangat mudah tertular penyakit ini melalui percikan air liur yang keluar saat bersin atau batuk. Tak hanya itu saja, kontak langsung dengan barang-barang yang terkontaminasi juga bisa menyebabkan seseorang terkena penyakit ini.

Beberapa kondisi di bawa ini bisa meningkatkan risiko seseorang terkena bronkiolitis:

-Daya tahan tubuh lemah

-Anak yang terlahir prematur

-Bayi di bawah tiga bulan

-Tidak mendapat cukup ASI

-Tinggal di lingkungan yang padat

-Menderita penyakit berat, seperti penyakit paru-paru dan jantung

-Kerap terpapar asap rokok

-Sering kontak dengan anak-anak lain

Dokter akan menyarankan perawatan di rumah bagi penderita bronkiolitis yang tidak parah, seperti;

-Memberikan cukup ASI bagi penderita di bawah 1 tahun

-Memastikan cairan penderita tercukupi, seperti memberikan air putih atau cairan elektrolit

-Menjaga kelembaban udara

-Jauhkan penderita dari polusi udara dan asap rokok

-Gunakan tetes hidung jika hidung tersumbat lendir. Cara ini bisa membuat penderita bernafas dengan lega

-Gunakan paracetamol atau ibuprofen untuk meredakan gejala. Pemberian obat ini harus  sesuai arahan dari dokter.

Apabila penderita mengalami sesak nafas dan tidak bisa makan atau minum, Anda harus membawa penderita ke fasilitas kesehatan terdekat agar diberikan penanganan yang lebih baik.

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk melakukan tindakan pencegahan penularan bronkiolitis:

-Jauhkan anak Anda dari seseorang yang sedang sakit. Apalagi jika anak -Anda terlahir secara prematur

-Cuci tangan secara teratur

-Bersihkan benda-benda yang sering disentuh secara berkala

-Hindari berbagi alat makan dan minum dengan orang lain

-Menjauh dari paparan asap rokok

Demikian informasi mengenai penyakit bronkiolitis

(RIN)

1
3