Share

4 Efek Samping Terlalu Banyak Micin, Salah Satunya Bikin Sakit Kepala

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 23 September 2022 12:06 WIB
$detail['images_title']
Mi mengandung banyak micin (Foto: Mashed)

MONOSODIUM glutamate (MSG) atau populer disebut micin, merupakan salah satu asam amino non-esensial paling berlimpah yang terbentuk secara alami. Hingga kini, masih ada berbagai macam pro dan kontra tentang penggunaan penyedap rasa ini.

MSG sendiri telah digunakan sebagai bahan penyedap masakan sejak puluhan tahun yang lalu. Bahan ini dipakai untuk menghasilkan rasa gurih, khususnya pada masakan. Rasa gurih yang dihasilkan mirip dengan glutamat yang diproduksi secara alami oleh bahan makanan segar seperti tomat, asparagus, keju, susu, ikan dan daging.

Sementara itu, Food and Drug Administration (FDA) telah mengklasifikasikan, bahwa penyedap rasa ini sebagai bahan makanan yang aman untuk digunakan, yakni dijadikan penambah rasa.

Lantas apa bahayanya terlalu banyak mengonsumsi MSG? 

Ada beberapa efek samping dan dampak yang ditimbulkan karena terlalu banyak mengonsumsi makanan mengandung MSG, berikut di antaranya.

 sakit kepala

1. Sakit Kepala

Jika Anda pernah merasa sakit kepala, hingga terasa menusuk setelah mengonsumsi makanan tertentu, maka bisa jadi penyebabnya adalah makan makanan yang terlalu banyak mengandung MSG.

Dikutip dari Healthline, konsumsi micin berlebihan bisa memicu pelebaran pembuluh darah, serta dapat berpengaruh pada aktivitas-aktivitas yang tidak normal pada saraf-saraf otak. Hal inilah yang jadi penyebab, kenapa MSG yang dikonsumsi secara berlebihan dapat rentan memicu sakit kepala.

Kondisi tersebut menjadi akibat dari saraf di otak yang terstimulasi secara berlebihan. Apabila kondisi ini terjadi secara terus menerus, maka dapat menyebabkan kematian sel-sel saraf di otak (neuron). Padahal neuron sendiri berperan sangat penting untuk menjalankan fungsi otak.

2. Pemicu Naiknya Darah

Kandungan asam glutamat pada MSG juga bisa membuat pembuluh darah Anda menyempit dan melebar. Kemudian, hal tersebut dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah yang signifikan.

Selanjutnya jika itu terjadi, mengakibatkan tekanan darah Anda akan cenderung lebih tinggi, yakni setelah mengonsumsi makanan yang mengandung MSG secara berlebihan.

3. Berat Badan Gampang Naik

Rasa gurih dan umami yang kuat karena penambahan MSG dalam makanan, akan cenderung meningkatkan selera makan Anda. Hal ini bisa saja memicu untuk mengonsumsi makanan lebih banyak dari biasanya, maka akibatnya berat badan bisa mudah bertambah.

Hubungan antara asupan MSG dan penambahan berat badan ini juga bisa dipengaruhi oleh faktor lainnya, misalnya lingkungan yang bervariasi dan tentunya juga berlaku berbeda pada setiap orang.

 BACA JUGA:Lagi Migrain, Coba Redakan dengan 7 Cara Ini Bestie!

4. Dampak kelebihan MSG kepada anak

Ternyata anak-anak juga menunjukkan gejala yang serupa dengan orang dewasa, pada tingkat prevalensi yang hampir sama ketika terlalu banyak mengonsumsi MSG.

Akibatnya, anak dapat berpeluang mengalami gejala neurologis dikarenakan konsumsi MSG yang berlebihan. Gejala neurologis ini dapat berupa sakit kepala atau kenaikan tekanan darah.

Maka dengan kondisi inilah yang bisa membuat sebagian anak sulit berkonsentrasi, karena rasa sakit kepala yang dialaminya.

Cara Pencegahan

Satu-satunya cara ampuh untuk mencegah efek samping dari bahaya MSG, yaitu mengurangi konsumsi micin atau bahkan tidak menggunakannya sama sekali.

Jika Anda sedang makan di restoran atau di pinggir jalan, mintalah kepada penjual atau pramusaji untuk mengolah makanan yang dipesan tanpa micin.

Kemudian jika Anda tidak bisa lepas dari mie instan, pilihlah varian yang tanpa MSG. Lalu bila ingin membuat goreng-gorengan, bisa menggunakan tepung tanpa micin yang mengandung zat besi, serat pangan, vitamin B2, B9, dan zinc (seng). Sebelumnya, pastikan Anda selalu memeriksa label komposisi bahan dan nutrisi yang ada pada kemasan sebelum membelinya.

Micin di setiap kemasan produk, biasanya dicantumkan dengan nama lain seperti monosodium L-glutamate monohydrate, sodium glutamate monohydrate, glutamic acid, MSG monohydrate, atau monosodium salt.

Kemudian berapa banyak MSG yang seharusnya dikonsumsi?

Sementara itu perlu diketahui, MSG tidak selalu menjadi penyebab langsung berbagai efek samping yang sudah disebutkan di atas. Jumlah maksimal konsumsi MSG yang ideal untuk setiap orang menurut WHO adalah 6 gram per harinya.

Kemudian menurut Kementerian Kesehatan Indonesia (Kemenkes RI), jumlah maksimal MSG yang boleh dikonsumsi adalah sebesar 5 gram per hari. Jika Anda ingin mencoba beralih pada makanan non MSG, Anda dapat menggantikan penggunaan MSG dengan kaldu nabati atau hewani.

Untuk itu dengan pengganti MSG menjadi kaldu dari nabati dan hewani, Anda masih bisa menikmati hidangan yang lezat meski mengolah makanan non MSG.

1
2