Share

Obat Cacar Monyet Direkomendasikan untuk Wilayah Jakarta, Apa Alasannya?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Jum'at 23 September 2022 16:31 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi obat cacar monyet (Foto: BBC)

BANYAK orang belum paham pengobatan cacar monyet. Salah satu obat cacar monyet adalah obat antivirus Cidofovir. Indonesia akan menerima obat tersebut dari Singapura.

Ketua Satgas Monkeypox PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Hanny Nilasari, SpKK menjelaskan, penyebaran obat cacar monyet tidak ke seluruh daerah atau provinsi, melainkan terpusat.

 cacar monyet

Kemudian, pemberian obat ataupun vaksin juga dikatakan tidak untuk semua kasus cacar monyet. Di mana ada kategori penerima obat yang diprioritaskan yaitu kontak erat pasien, tenaga kesehatan dan kelompok berisiko (hasil tracing).

"Terkait distribusi obat kondisikan untuk seluruh provinsi tetapi untuk terutama Dinas Kesehatan yang memang kasus-kasusnya ada. Untuk sekarang mungkin direkomendasikan di Jakarta, tetapi distribusi harus cepat dan ada kalau misalnya memang dibutuhkan di provinsi yang lain," ujar Ketua Satgas Monkeypox PB IDI, dr Hanny Nilasari.

 BACA JUGA:Bisa Picu Gatal dan Infeksi Sekunder, Pasien Cacar Monyet Wajib Perhatikan Karbohidrat dan Protein

"Rekomendasi dari kami tidak diberikan kepada seluruh kasus, tapi diberikan kepada kasus-kasus yang berat. Obatnya juga didesentralisasi ke Dinas Kesehatan kabupaten/kota, artinya harus dipantau apakah ada efek samping dari obat dari hari ke hari juga harus tercatat,” jelasnya.

Perlu diketahui, sebelumnya satu kasus cacar monyet telah teridentifikasi di Indonesia. Namun saat ini kondisinya sudah sembuh atau beraktivitas kembali.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap bahwa pria usia 27 tahun itu, memiliki riwayat perjalanan keluar negeri yaitu Belanda, Swiss, Belgia dan Perancis. Berdasarkan penelusuran, pasien berpergian ke luar negeri antara tanggal 22 Juli, hingga tiba kembali di Jakarta pada 8 Agustus 2022.

Lalu pasien mulai mengalami gejala awal monkeypox di tanggal 11 Agustus 2022. Tepat pada 18 Agustus, pasien melakukan tes PCR di salah satu rumah sakit milik Kemenkes dan pada 19 Agustus hasil test PCR terkonfirmasi positif. Namun kini, ia sudah sembuh.

1
2