Share

Peneliti: Orang yang Terinfeksi Covid-19 Berat atau Ringan, Punya Risiko Tinggi Alami Masalah Jantung

Astri Lawrensia, Jurnalis · Jum'at 23 September 2022 13:01 WIB
$detail['images_title']
Dampak Covid-19 ke kesehatan jantung, (Foto: Freepik)

PENELITIAN seputar Covid-19 masih terus dilakukan oleh para ahli, seiring dengan kondisi pandemi yang belum juga berakhir sampai saat ini.

Salah satu contohnya, penelitian penelitian yang dilakukan oleh Universitas Washington, yang meneliti kaitan virus penyebab infeksi Covid-19 dengan kondisi kesehatan jantung orang yang terinfeksi.

Dari penelitian di atas, Dr. Ziyad Al-Aly, ahli epidemiologi sekaligus peneliti di Universitas Washington mengatakan bahwa penderita Covid-19 dengan infeksi berat mau pun ringan sama-sama memiliki peningkatan risiko terhadap masalah jantung.

"Bukan hanya mengejutkan, tetapi juga sangat konsekuensial. Bahwa risikonya (masalah jantung) terbukti bahkan pada orang-orang dengan infeksi ringan. Itulah yang membuat virus ini kemungkinan menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius, ” ujar Dr. Ziyad, mengutip The Sun, Jumat (23/9/2022).

Penelitian sendiri, dilakukan berdasarkan pada data Kantor Statistik Nasional (ONS) yang menunjukkan ada peningkatan kematian akibat masalah jantung semenjak Covid-19 muncul. Sarah Caul, kepala analisis data kematian ONS mengatakan, angka tersebut didorong oleh jumlah kematian yang lebih tinggi dari perkiraan sejak Maret yang dapat disebabkan oleh kombinasi faktor.

"Sepanjang Maret, April dan Mei kami melihat ada peningkatan kematian akibat aritmia jantung. Terutama di antara kelompok orang berusia 80 tahun ke atas. Studi lebih lanjut perlu dilakukan penelitian untuk memahami hubungan antara efek jangka panjang Covid-19 dan peningkatan kematian akibat jantung ini," jelas Sarah.

Senada dengan hasil penelitian Universitas Washington di atas, merujuk pada makalah penelitian yang diterbitkan di British Medical Journal (BMJ), juga mengungkapkan pada bulan Juli 2022 diketahui pasien yang tertular Covid-19 memiliki peningkatan risiko terkena gangguan kardiovaskular dan diabetes dalam tiga bulan setelah terjadinya infeksi.

Para peneliti yang meninjau catatan medis lebih dari 428.000 orang pasien Covid-19 di Inggris menemukan, ada peningkatan enam kali lipat dalam diagnosis kardiovaskular secara keseluruhan.

Sementara, pada Mei 2022 dari penelitian yang ditulis oleh para ahli dari University of Glasgow juga menemukan hubungan yang sama yaitu pasien Covid-19 mengalami miokarditis (peradangan pada otot jantung, yang dapat disebabkan oleh infeksi, seperti Covid-19 paska perawatan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa satu dari delapan pasien Covid-19 terkena miokarditis. Kondisi yang bisa menyebabkan nyeri dada atau sesak napas saat menaiki tangga, suhu badan tinggi, kelelahan, atau jantung berdebar.

Menurut British Heart Foundation, dalam kasus jangka panjang, miokarditis ini dijelaskan juga dapat mempengaruhi otot dan jaringan jantung yang pada akhirnya berpotensi menyebabkan terjadinya gagal jantung atau bahkan transplantasi organ.

Pasien Covid-19 yang sampai harus dirawat di rumah sakit, disebutkan dalam hasil penelitian yang diterbitkan oleh BMJ pada Maret 2022, itu punya peluang sampai tiga kali lipta bisa berakhir di rumah sakit dengan masalah utama jantung dalam waktu delapan bulan setelah dibawa ke rumah sakit.

 BACA JUGA:Kapan Indonesia Siap Akhiri Pandemi Covid-19?

BACA JUGA:WHO Sebut Akhir Pandemi Mulai Terlihat, Kemenkes Soroti Kepatuhan Prokes dan Cakupan Vaksin Booster Indonesia

1
3