Share

Waspada! Wanita 2 Kali Lipat Lebih Berisiko Alami Kematian karena Jantung Koroner

Kevi Laras, Jurnalis · Jum'at 23 September 2022 11:39 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Healthline)

PENYAKIT jantung koroner masih jadi salah satu momok, penyakit yang menghantui sebagian masyarakat Indonesia mengingat kematian akibat penyakit jantung koroner di Indonesia masih tinggi.

Jika dibandingkan pria, ternyata wanita punya risiko kematian akibat penyakit jantung koroner yang lebih tinggi.

Diungkap Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Siska S Danny, SpJP(K), menurut data, kasus penyakit jantung koroner memang lebih sering terjadi pada laki-laki dibandingkan wanita. Namun risiko kematian pada wanita lebih besar dua kali lipat dibandingkan laki-laki. Hal ini dipicu karena faktor usia.

"Salah satu penyebab yang berkontribusi adalah, perempuan terkena penyakit jantung saat di usia lebih tua, dibandingkan laki-laki. Walau angka kasusnya lebih rendah 30 persen daripada laki-laki, tapi biasanya wanita itu kenanya di usia yang tua," ujar dr. Siska ketika acara Cardiovascular medicine in 2022 and beyond: Adaptive, personalized and evidence-based secara online, baru-baru ini.

Tidak hanya dari segi usia, faktor hormonal juga menjadi salah satu yang berkontribusi mengapa risiko kematian pada wanita akibat jantung koroner jauh lebih tinggi.

"Saat wanita masih haid, ada protektif timbunan lemak dari hormon estrogen. Tapi setelah menopause angkanya naik drastis, apalagi kalau ada penyakit lain,” jelasnya

Dengan risiko fatal yang menyertai penyakit jantung koroner, dr. Siska mengimbau baik pria atau pun wanita sama-sama segera melakukan pencegahan sejak dini. Contohnya, dengan rutin berolahraga yang berdasarkan penelitian, jika dilakukan konsisten bisa menurunkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah jadi lebih rendah.

"Kuncinya adalah teratur, enggak mesti berat atau lama, sampai sakit-sakit gitu enggak disarankan. Hanya 120-150 menit per minggu itensitas olahraga ringan, sedang atau berat. Contohnya jalan cepat sampai berkeringat, itu kalau bisa tiga kali dalam satu minggu, sekali jalan 15 sampai 30 menit,” pungkas dr. Siska

 BACA JUGA:Kenali Gejala Bradikardia, Bisa Henti Jantung

BACA JUGA:Kenali 9 Penyakit Kelamin yang Anda Miliki Tanpa Disadari

1
2