Share

Wanita Ini Terlahir Tanpa Tulang Selangka, Kok Bisa?

Astri Lawrensia, Jurnalis · Jum'at 23 September 2022 07:00 WIB
$detail['images_title']
Danielle Lewis, (Foto: Caters News Agency-NY Post)

TULANG selangka atau biasa juga disebut collarbone, merupakan bagian tulang dan antara leher dan bahu.

Seperti bagian kerangka tubuh lainnya, tulang selangka juga memiliki fungsi. Ia berfungsi sebagai penghubung antara bagian atas dari tulang rusuk ke tulang belikat.

Bagi wanita, tulang selangka sangat sering digunakan menjadi penambah daya tarik karena dapat memperlihatkan bentuk tubuh yang langsing bahkan ada beberapa orang yang berusaha untuk selalu menunjukkannya.

Namun, tahukah Anda jika seseorang bisa saja terlahir tanpa tulang selangka. Ya, terdengar tak biasa tapi nyata. Kondisi kesehatan langka inilah yang dialami wanita bernama Danielle Lewis di Staffordshire, Inggris.

Danielle terlahir tanpa tulang selangka, keadaan yang membuat dirinya memiliki kemampuan untuk menyatukan kedua bahunya.

Hal itu diungkapkan oleh Danielle pada sebuah video Tiktok yang dia unggah pada akun tiktok pribadinya @xbiglashesnomoustachesx. Dalam video viral yang sudah mendapat 1,4 juta kali penayangan tersebut, wanita berusia 33 tahun itu menunjukkan bagaimana dia bisa menyatukan kedua bahunya dengan lentur secara bersama-sama.

“Mampu menyentuh bahu saya bersama-sama di depan tubuh saya, merupakan trik dan menjadi kemampuan saya,” ucap Danielle.

Terlahir tanpa tulang selangka seperti yang dialami Danielle, secara medis kondisi langka ini disebut cleidocranial dysplasia (CCD). Kondisi genetik langka yang melemahkan dan merusak gigi dan tulang, termasuk tengkorak, wajah, tulang belakang, tulang selangka, dan kaki.

CCD ini terjadi dengan rasio 1: 1000000 kelahiran dan sering menyebabkan tulang seseorang terbentuk secara berbeda atau menjadi rapuh secara alami. Sementara itu, tulang lainnya, seperti tulang selangka, bisa saja jadi tidak ada sama sekali, seperti yang terjadi pada Danielle.

“Begitu saya lahir, keluarga langsung tahu kalau saya menderita cleidocranial dysplasia dan juga dilahirkan tanpa tulang selangka. Hanya ada 17 keluarga di dunia yang memiliki gen ini,” jelas Danielle lagi.

Namun, dibalik kelenturan tubuhnya, CCD yang dialaminya juga telah menyebabkan banyak masalah pada kondisi kesehatan dan tubuhnya. Mulai dari tinggi tubuh, kesehatan gigi, hingga nyeri sendi.

"Ini juga mempengaruhi tinggi badan saya. Tinggi saya hanya 150 sentimeter dan ini juga sering menyebabkan nyeri sendi, dahi menonjol, dan anggota badan yang pendek. Ini juga mempengaruhi gigi. Saya harus menjalani operasi ketika berusia 11 tahun untuk mencabut semua gigi susu dan menunggu yang lain keluar. Aku punya gigi yang bengkok sekarang, ” keluh Danielle

Kondisi yang dialaminya juga menurun kepada ketiga anaknya Ruby Angel (13 tahun), Lily Grace (12 tahun) dan Max Thomas (6 tahun). Risiko yang 50:50 terjadi pada orang dengan CCD. Demikian sebagaimana dilansir dari New York Post, Jumat (23/9/2022). 

 BACA JUGA:Didiagnosa Alergi Air, Gadis Remaja Ini Merasa Terbakar Saat Kulitnya Basah

BACA JUGA:Apakah Bahan Alergen di Makanan Kemasan Memicu Terjadinya Alergi?

1
3