Share

Tak Sengaja Menelan Tulang Ikan, Usus Petani Asal Sri Lanka Ini Sampai Bolong

Putra Syah Norens, Jurnalis · Kamis 22 September 2022 13:40 WIB
$detail['images_title']
tulang ikan yang tertelan sang petani, (Foto: B.M Munasinghe-IJSR)

TAK sengaja menelan tulang ikan, merupakan kejadian yang dianggap biasa di kehidupan sehari-hari. Mengingat ‘ketulangan’ seperti ini dialami oleh banyak orang.

Namun, sejatinya kita tak boleh menganggap sepele kejadian tak sengaja tertelan tulang ikan. Sebab, dampaknya bisa fatal hingga kematian.

Inilah yang dialami seorang petani asal Sri Lanka baru-baru ini, mewarta laporan New York Post, Kamis (22/9/2022) petani tersebut dilaporkan tewas secara tragis setelah tidak sengaja menelan tulang ikan kisaran sepanjang satu inci. Tulang ikan tersebut diketahui telah menembus ususnya dan memicu infeksi yang fatal.

Sebelumnya, pasien berusia 60 tahun yang tidak disebutkan namanya itu sempat memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Distrik pesisir Sri Lanka, setelah mengalami sakit perut, muntah, sembelit, hingga perutnya membuncit selama tiga hari.

Dicurigai mengalami syok septik, petugas medis di rumah sakit langsung membawa pria tersebut ke perawatan intensif. Dari hasil X-Ray, terlihat bahwa perutnya sudah dipenuhi dengan cairan.

Kondisi ini disebutkan lebih lanjut, menunjukkan bahwa ginjal dari sang petani telah berhenti bekerja, kemungkinan telah terjadi tanda sepsis, yakni keadaan saat sistem kekebalan tubuh menyerang organnya sendiri.

Kemudian, tim dokter pun akhirnya memutuskan untuk melakukan operasi pada perut sang petani. Setelah memakan waktu selama dua jam, dokter menemukan tulang ikan sepanjang 0,8 inci yang menyebabkan adanya lubang kecil di usus.

Tulang ikan yang sudah melubangi ususnya itu, telah menyebabkan kotoran merembes keluar dan menginfeksi dinding perutnya. Akibatnya, usus membengkak sementara nanah kuning menumpuk di sekitar lubang.

 BACA JUGA:Benarkah Pneumonia Jadi Gejala HIV?

BACA JUGA:Didiagnosa Alergi Air, Gadis Remaja Ini Merasa Terbakar Saat Kulitnya Basah

Tulang ikan tersebut menjadi penyebab utama dari perforasi gastrointestinal, suatu bentuk penetrasi yang kompleks dari dinding lambung, usus halus, usus besar akibat dari bocornya isi dari usus ke dalam rongga perut.

Dalam upaya untuk menyelamatkan pasien, dokter mengiris segmen usus berukuran 10 sentimeter dan mengeringkan perforasi dengan tujuan untuk menyambungkan kembali usus yang sehat setelah membersihkan infeksi.

Namun sayangnya, meski tim dokter sudah melakukan sederet upaya untuk menyelamatkan sang pasien. Sang petani dinyatakan meninggal karena serangan jantung hanya delapan jam setelah masuk ke ruang gawat darurat.

1
3