Share

Keramas Setiap Hari Bisa Merusak Rambut, Mitos atau Fakta?

Kiki Oktaliani, Jurnalis · Kamis 22 September 2022 08:30 WIB
$detail['images_title']
ilustrasi keramas, (Foto: Freepik)

SEBAGIAN orang memiliki rutinitas keramas, atau mencuci rambut harus setiap hari. Tidak lengkap rasanya, jika mandi tanpa dengan keramas.

Tahukah Anda, jika ternyata kebiasaan mencuci rambut atau keramas setiap hari ini tidak baik bagi kesehatan rambut. Sebab, keramas terlalu sering disebutkan bisa secara tidak sengaja mengganggu keseimbangan alami tubuh dari minyak yang dihasilkan kulit kepala.

Padahal, minyak yang dihasilkan dari kulit kepala inilah yang berfungsi membantu untuk melembabkan. Seiring dengan berjalannya waktu, dikatakan Dr. Joshua Zeichner, direktur penelitian kosmetik dan klinis di departmen dermatologi Rumah Sakit Mount Sinai bisa menimbulkan kerusakan lainnya.

“Mencuci rambut terlalu sering dapat menyebabkan kerusakan yang sebenarnya pada rambut, serta membuat rambut kering dan rapuh dan menyebabkan iritasi pada kulit kepala,” ujar Dr. Joshua, dikutip dari Today, Kamis (22/9/2022).

Senada dengan Dr. Joshua, ahli kimia kosmetik dan pendiri Beauty Brains, Perry Romanowski mengatakan semakin sering melakukan gerakan keramas, maka semakin besar pula lapisan luar rambut jadi rusak.

“Proses ketika melakukan gerakan ketika berkeramas atau kondisioner pada rambut dapat merusak kutikula rambut (lapisan luar). Ketika rambut kering, akan sulit disisir dan meningkatkan peluang membuat rambut jadi bercabang,” tuturnya.

Lantas, berapa kali frekuensi mencuci rambut yang tepat? Secara hitungan ideal, berapa kali seseorang mencuci rambut itu kembali disesuaikan oleh jenis rambut yang dimiliki.

Mengutip Healthline, jika memiliki tipe rambut yang berminyak, mungkin perlu dicuci setiap dua sampai tiga hari sekali. Sedangkan untuk rambut kering hanya perlu dicuci 1 sampai 2 kali seminggu. Selain kedua tipe rambut tersebut, Perry menyebut tipe rambut yang diwarnai harus lebih jarang dicuci dan perlu menggunakan formula pelembab bebas sulfat.

BACA JUGA:3 Alasan Mengapa Penyakit TBC Masih Menjadi Momok di Indonesia, Kemakan Mitos

1
2