Share

Begini Kronologi Munculnya Asam Urat, Dibaca Yuk!

Wiwie Heriyani, Jurnalis · Kamis 22 September 2022 17:50 WIB
$detail['images_title']
Asam urat bikin tak nyaman (Foto: Virginia mason health)

AKHIR-AKHIR ini viral pernyataan Guru besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas (Unand) Padang, Prof Rina Yenrina yang menyebut bahwa sejumlah masakan Padang memiliki kadar purin yang tinggi sehingga dapat memicu asam urat atau hiperurisemia.

Rina menjelaskan, purin berasal dari bahan makanan yang dikonsumsi berfungsi sebagai pembentuk asam nukleat bersama nukleotida pirimidin guna membantu metabolisme zat gizi dalam tubuh.

asam urat 

Namun, menurutnya, jika manusia mengonsumsi bahan pangan yang mengandung purin tinggi maka akan dihasilkan asam urat yang tinggi dalam darah.

Lantas, apa itu purin dan kaitannya dengan kesehatan, khususnya asam urat?

Purin banyak ditemukan dalam sel semua makhluk hidup, termasuk manusia, hewan, dan tumbuhan. Purin adalah molekul yang terdiri dari atom karbon dan nitrogen. Molekul ini ditemukan dalam DNA dan RNA sel.

Jenis purin di dalam tubuh manusia dibagi menjadi dua kategori:

1. Purin Endogen

Setiap tubuh manusia setidaknya memiliki sekitar 2/3 purin yang bersifat endogen. Purin ini diproduksi oleh tubuh manusia dan ditemukan di dalam sel manusia secara alami.

Sel-sel tubuh selalu mati dan diperbarui secara otomatis. Nah, purin endogen dari sel yang rusak, sekarat, atau mati harus diproses ulang oleh tubuh.

2. Purin Eksogen

Purin yang masuk ke tubuh melalui makanan disebut purin eksogen. Purin ini dimetabolisme oleh tubuh sebagai bagian dari proses pencernaan.

Saat purin endogen dan eksogen diproses di dalam tubuh, keduanya menciptakan produk sampingan yang disebut asam urat. Biasanya, sekitar 90 persen asam urat diserap kembali ke dalam tubuh dan sisanya dikeluarkan melalui urin dan feses.

Jika jumlah purin dalam tubuh tidak seimbang dengan kemampuan tubuh untuk memprosesnya, jumlah asam urat akan meningkat dan dapat menumpuk di aliran darah tubuh. Kondisi ini disebut hiperurisemia.

Pada beberapa orang, hiperurisemia dapat menyebabkan batu ginjal atau menyebabkan kondisi radang sendi yang disebut asam urat. Itu sebabnya, seseorang yang mengidap hiperurisemia disarankan untuk menghindari makanan yang memiliki konsentrasi purin tinggi.

Bagaimana purin memicu asam urat?

Purin dan asam urat memiliki keterkaitan dan dan pengaruh besar. Asam urat sebenarnya merupakan produk sampingan dari purin, baik itu purin endogen maupun purin eksogen. Saat kedua jenis purin tersebut diproses oleh tubuh, terciptalah asam urat.

Sebanyak 90% asam urat biasanya dapat diserap kembali oleh tubuh. Sedangkan untuk sisanya, asam urat yang tidak terserap akan dikeluarkan lewat urine dan feses.

 BACA JUGA:Sayur yang Aman Dikonsumsi bagi Penderita Asam Urat, Batasi Kandungan Purin!

Selama purin yang ada di dalam tubuh seimbang, tidak ada akan ada masalah yang berpotensi mengganggu kondisi kesehatan. Penyakit asam urat baru muncul saat purin yang masuk terlalu tinggi sehingga tidak lagi bisa diproses oleh tubuh. Inilah yang menyebabkan kadar asam urat dalam tubuh menjadi tinggi.

Purin yang terlalu tinggi akan membentuk kristal-kristal di persendian. Kristal-kristal tersebut memang berukuran kecil. Akan tetapi, ujung-ujungnya yang tajam dapat melukai lapisan yang menyelimuti persendian.

Inilah yang kemudian memicu gejala penyakit asam urat, seperti nyeri yang tidak tertahankan di bagian sendi hingga pembengkakan.

Dalam beberapa kasus, orang yang memiliki kadar asam urat yang tinggi tidak selalu mengalami gejala penyakit asam urat. Beberapa diantaranya justru merasa biasa saja. Meski demikian, bukan berarti pengkristalan di area persendian tidak terjadi.*

1
2