Share

Nyeri Dada Luar Biasa Hebat, Dokter: Segera Periksa ke Rumah Sakit!

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Jum'at 23 September 2022 06:05 WIB
$detail['images_title']
Mengalami nyeri dada luar biasa hebat (Foto: Columbia asia)

DOKTER Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Siska S Danny, SpJP(K) menjelaskan, keluhan umum pasien serangan jantung antara lain nyeri dada yang luar biasa hebat yang disertai sesak napas dan mual. Oleh karena itu jika mengalami keluhan semacam itu, segera pergi ke rumah sakit.

"Pasien seringkali menggambarkannya sebagai nyeri terberat yang diderita seumur hidup. Bisa disertai sesak napas, keringat dingin, mual, muntah, pingsan," ujar dia.

 serangan jantung

Namun, dr. Siska mengakui, tak semua nyeri dada pertanda serangan jantung. Tapi potensi serangan jantung ini muncul.

Dia menuturkan keluhan nyeri dada dapat membantu dokter mendiagnosis potensi serangan jantung pasien.

Selain keluhan, dokter juga bisa melakukan pemeriksaan rekam jantung untuk menangkap aktivitas listrik jantung. Pemeriksaan ini dapar mendeteksi ada tidaknya cedera atau kerusakan otot jantung akibat tidak mendapatkan aliran darah dengan baik.

"Pokoknya kami mencari abnormalitas aktivitas listrik di rekam jantung," kata dia.

Komponen lain yang juga dapat membantu dokter mendiagnosis serangan jantung yakni pemeriksaan protein jantung di dalam darah. Pada pasien serangan jantung, terdapat otot jantung yang mengalami kerusakan dan proteinnya bisa terdeteksi di dalam darah.

"Dari ketiga komponen ini (keluhan, rekam jantung dan protein jantung) kami menentukan seseorang sakit jantung atau bukan," tutur Siska.

Dia menyarankan seorang dengan keluhan nyeri dada hebat apalagi ditambah sesak napas, keringat dingin segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit.

 BACA JUGA: Warning! Dokter Jantung: Usia Pasien Indonesia Lebih Muda Dibandingkan Eropa dan Jepang

Ini demi memastikan sang pasien dalam kondisi serangan jantung akut atau bukan.

Dikutip dari Antara, serangan jantung terjadi akibat penyempitan di lubang pembuluh darah koroner sehingga menimbulkan sumbatan total. Menurut Siska, serangan jantung masih menjadi problematika karena angka kematiannya yang tinggi.

"Kalau Anda terkena serangan jantung, itu risiko 11,7 persen Anda akan meninggal dunia di rumah sakit. Jadi, 1 dari 10 pasien serangan jantung yang meninggal di rumah sakit," demikian kata dia.

1
2