Share

Anak Bawa Tas Berat ke Sekolah, Hati-hati Terkena Kelainan Ini!

Vivin Lizetha, Jurnalis · Jum'at 23 September 2022 09:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi anak bawa tas berat (foto: freepik)

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah mulai dilonggarkan. Anak-anak diperbolehkan untuk berangkat ke sekolah setiap hari. Ada begitu banyak bawaan yang biasanya mereka angkut ketika ke sekolah.

Dalam 1 hari, rata-rata anak belajar 8 mata pelajaran yang berbeda. Bayangkan, berarti ia harus membawa 8 buku berbeda tiap harinya. Belum lagi itu terdiri dari buku paket, buku catatan, buku latihan, dan buku Pekerjaan Rumah (PR).

anak sekolah

Belum lagi botol air minum, bekal makanan, hingga baju olahraga jika ada jadwal mata pelajaran tersebut. Tentu membuat si anak harus membawa tas berat yang penuh benda-benda itu ke sekolah. Tak terbayang berapa beban yang harus ia pikul dalam tas sekolah setiap harinya.

Amankah anak mengangkut tas berat? Tidak adakah efek yang dari tindakan itu bagi kesehatan dan tubuh si anak?

Dikutip dari samitivejhospital, Kamis (22/9/2022), membawa tas berat ke sekolah dapat menyebabkan sakit punggung pada si anak. Tak hanya itu, jika terus terjadi, dapat menyebabkan jenis kerusakan lain seperti skoliosis atau kelainan bentuk tulang punggung.

Rata-rata yang sering mengalami sakit punggung adalah anak perempuan. Diduga karena tenaga anak perempuan lebih lemah daripada anak laki-laki dalam kemampuan membawa beban berat.

Anak yang membawa tas sekolah yang berat akan membuat postur kepala ke depan, dengan tubuh condong melengkung di bagian punggung tengah. Beruntung, tas ini tidak dibawa setiap saat. Karena jika terus menerus dilakukan, dapat mengganggu tumbuh kembang si anak. Skoliosis akan mengancam bentuk tulang punggung buah hati Anda.

Kondisi seperti ini sering diabaikan. Karena dianggap masalah sepele oleh sebagian orang. Namun masalah anak membawa tas berat ke sekolah harus mendapat perhatian khusus. Anak mungkin tidak akan pernah mengeluh beban yang ia bawa. Namun efek jangka panjang akan membuat postur tubuh anak berubah.

Berat ransel anak harus sesuai dengan berat dan ukuran anak. Anak usia Sekolah Dasar (SD), memiliki berat tubuh rata-rata 30-40 kg. Jadi ia tidak boleh membawa tas dengan berat lebih dari 2 kg. Namun faktanya, banyak anak SD membawa tas sekolah mencapai 5 kg.

Oleh karena itu, perlu ada alternatif lain untuk membuat si anak tidak harus membawa banyak barang ke sekolah. Seperti membiarkan beberapa buku sekolah disimpan di lemari kelas. Atau menyediakan loker khusus siswa agar beberapa barang pribadi yang dianggap perlu untuk kegiatan belajar mengajar, dapat disimpan di sana.

1
2