Share

BPOM Temukan 11 Merek Vitamin C Injeksi Ilegal yang Diklaim Bisa Memutihkan Kulit

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 22 September 2022 10:03 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Suntik Vitamin C. (Foto: Shutterstock)

VITAMIN C menjadi salah satu vitamin yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Selain bisa lewat oral, penggunaan vitamin C pun bisa melalui injeksi, untuk mengatasi kekurangan vitamin C, baik akibat pola makan yang buruk maupun gangguan penyerapan vitamin C.

Sama seperti penggunaan vitamin C yang dioleskan ke kulit, injeksi ini pun membantu merawat kulit keriput atau pun kulit kemerahan (eritema). Tapi hati-hati dalam memilih produk injeksi vitamin C.

Pasalnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan vitamin C injeksi ilegal, dengan klaim untuk mencerahkan dan memutihkan kulit. Padahal, vitamin C injeksi tergolong dalam obat keras. Itu kenapa pemanfaatannya harus di bawah pengawasan dokter.

"Vitamin C injeksi termasuk golongan obat keras, jadi penggunaannya harus pakai resep dokter dan diaplikasikan oleh tenaga kesehatan," ungkap BPOM dalam keterangan resminya, dikutip MNC Portal, Kamis (22/9/2022).

Suntik Vitamin C

Sialnya, banyak orang yang asal suntik vitamin C di tempat sembarangan. Bahkan, menurut laporan terbaru, BPOM telah menciduk 11 produk vitamin C injeksi yang ilegal beredar di masyarakat.

Contoh merek produk vitamin C injeksi ilegal antara lain:

1. Bionic White Skin

2. Neutro Skin

3. Vitamin C + Kollagen (Rodotex)

4. V-C Injection

5. Vitamin C Daehan New Pharm

6. White C

7. Glutax

8. Aqua Skin Veniscy

9. Bio Rae Complexion 12

10. RNA+EGF

11. Miracle White Injeksi

Bahaya penggunaan vitamin C injeksi ilegal

Dalam keterangan resminya, BPOM pun menjelaskan apa saja bahaya penggunaan vitamin C injeksi ilegal tersebut. Dikatakan di sana bahwa bahaya pertama yang mungkin dialami pengguna adalah tidak ada jaminan khasiat, keamanan, dan mutu produk sehingga klaim yang ditawarkan produk tidak bisa dibenarkan keasliannya.

Karena itu juga, vitamin C injeksi ilegal dapat meningkatkan risiko timbulnya efek samping obat. Bahkan, penggunaan vitamin C injeksi ilegal dapat meningkatkan risiko timbulnya infeksi apabila suntikan vitamin C tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan yang berwenang.

Oleh karena itu, BPOM sangat mengimbau kepada masyarakat untuk bijak menggunakan vitamin C injeksi. Jika memang dirasa perlu menerima vitamin C injeksi, gunakan sesuai indikasi yang disetujui dan dilakukan oleh tenaga kesehatan yang berwenang.

"Waspada dengan klaim iklan yang berlebihan. Pastikan juga untuk membeli vitamin C injeksi pada sarana pelayanan kesehatan yang memiliki izin, tidak membelinya secara online, karena vitamin C injeksi wajib dibeli dengan resep dokter," tambah BPOM.

1
2