Share

Kenali Gejala Bradikardia, Bisa Henti Jantung

Cita Zenitha, Jurnalis · Kamis 22 September 2022 09:07 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Healthline)

BRADIKARDIA merupakan suatu kondisi dimana irama denyut jantung melambat. Denyut jantung normal orang dewasa sekitar 60 - 100 kali permenit. Sedangkan Bradikardia denyut jantung berada dibawah 60 kali permenit.

Jantung

Dilansir Mayo Clinic, penurunan detak jantung sebenarnya cukup umum terjadi saat melakukan aktivitas tertentu seperti tidur. Saat tidur, detak jantung bisa turun hingga 40 detak per menit. Demikian pula, detak jantung seorang atlet, biasanya denyut jantung atlet sekitar 40 denyut per menit. Ada yang mengatakan bahwa detak jantung normal untuk atlet adalah antara 50 dan 70 detak per menit.

Permasalahan bradikardia tidak sebatas denyut jantung melambat tetapi lebih kompleks. Bradikardia menandakan kerja jantung yang bermasalah sehingga tidak bisa secara efektif memompa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Fenomena ini menyebabkan disfungsi beberapa organ tubuh bahkan berujung kematian.

Bradikardia bisa ditandai dengan gejala sebagai berikut:

-Denyut jantung menjadi tidak teratur

-Sakit kepala ringan hingga sulit berkonsentrasi

-Mudah lelah, lemas dan tak jarang pingsan

-Nafas pendek serta nyeri pada bagian dada

Diketahui bradikardia disebabkan oleh gangguan sinus dan kelistrikan jantung yang mengalami masalah.

Adapun, risiko usia menjadi faktor  seseorang melalui bradikardia. Selain itu pengkonsumsi NAPZA, stres berlebihan dan gaya hidup tidak sehat juga menjadi salah satu penyebab melambatnya denyut jantung.

Ada beberapa cara pencegahan bradikardia, antara lain:

-Mengkonsumsi makan-makanan sehat. Konsumsi gula berlebih ternyata menjadi faktor melambatnya kerja jantung. Untuk itu sebaiknya konsumsi makanan rendah lemak, rendah gula dan rendah garam.

-Berat badan berlebih menjadi penyebab resiko penyakit jantung

-Berolahraga membantu mencegah penyakit jantung dan melatih denyut jantung

-Segera hubungi layanan medis jika memerlukan penangan lebih.

Demikian informasi mengenai Bradikardia. Semoga bermanfaat dan salam sehat.

(RIN)

1
2