Share

Didiagnosa Alergi Air, Gadis Remaja Ini Merasa Terbakar Saat Kulitnya Basah

Astri Lawrensia, Jurnalis · Kamis 22 September 2022 10:20 WIB
$detail['images_title']
Saddie Tessmer idap alergi air, (Foto: Collects/PA Real Life-New York Post)

ALERGI merupakan suatu kondisi kesehatan yang sering dijumpai pada banyak orang. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Biasanya, yang banyak ditemui adalah alergi terhadap sejenis makanan, minuman tertentu, debu atau kotoran, suhu temperatur, sabun detergen, atau cuaca tertentu.

Namun, ada pula orang yang memiliki alergi unik dan langka. Contohnya remaja putri dari Missouri bernama Sadie Tessmer satu ini. Sadie yang baru berusia 14 tahun tersebut, dikutip dari New York Post, Kamis (22/9/2022), mengungkapkan kalau dirinya telah didiagnosis memiliki alergi laangka yakni alergi air.

Punya alergi air, Sadie menyebut jika tubuhnya sampai basah terkena air, selain gatal ia akan merasakan sensasi seperti terbakar.

“Kadang-kadang, rasanya seperti seseorang menyiram bensin ke tubuh saya dan membakar saya dan juga terasa gatal,” kata Sadie.

Kondisi kesehatannya yang langka ini, pertama kali terlihat setelah Sadie kala itu keluar dari kamar mandi. Sang ibu, mengira saat itu karena airnya air terlalu panas. Bahkan sang ibui bergurau kalau putrinya alergi dimandikan.

Namun, pada pertengahan tahun 2021, lama-lama Sadie mulai menunjukkan reaksi buruk terhadap air dan saat itu dia masih belum menyangka bahwa dirinya alergi terhadap air.

"Rasanya tidak nyata bahwa seseorang bisa alergi terhadap air. Jika seseorang mengatakan hal itu kepada saya, saya mungkin akan berpikir mereka berbohong," ujar Sadie.

Sadie akhirnya melakukan berbagai pemeriksaan yang membutuhkan waktu hampir setahun penuh untuk mendapatkan diagnosis.

Setelah menjalani pemeriksaan sekitar empat bulan yang lalu, Sadie akhirnya didiagnosis memiliki aquagenic urticaria, kondisi yang menyebabkan kulit seseorang menjadi merah dan gatal-gatal jika terkena air. Kondisi langka ini dikatakan hanya dialami sekitar 50 hingga 100 orang di dunia.

Sehari-hari, Sadie masih bisa mengonsumsi air selama menggunakan sedotan agar air tidak menyentuh kulitnya secara langsung. Namun, aktivitas kontak dengan air lainnya bisa membuat dirinya kesakitan.

 BACA JUGA:Apakah Bahan Alergen di Makanan Kemasan Memicu Terjadinya Alergi?

"Saya selalu mendapat reaksi seperti terbakar ketika saya mandi atau mencuci tangan, atau bahkan menangis atau berkeringat. Ini akan sangat menyakitkan sampai membuat saya jadi menangis dan ketika saya menangis juga membuat alergi ini akan lebih parah, karena alergi terhadap air mata saya sendiri, membuat saya stress," curhat Sadie.

Bukan hanya berdampak pada aktivitas sehari - hari Sadie. Alergi air ini diakui Sadie juga berdampak besar pada kesehatan mentalnya dan hidupnya ke depan.

Ia mencemaskan kehidupan sekolahnya, dan karir ketika ia tumbuh menjadi wanita dewasa muda kelak. Impiannya sebagai tentara militer pun harus pupus, karena ia tidak bisa berolahraga sebab harus menghindari tubuhnya berkeringat.

Melihat kondisi yang dialami putrinya, ibunda Sadie, Amber berusaha melakukan berbagai cara untuk meminimalkan efek penyakit yang dialami Sadie seperti menyekolahkan Sadie secara homeschool, agar sang putri tak berkeringat melalui aktivitas fisik.

Ia berharap, kondisi Sadie bisa diobati dan kelak sang putri bisa hidup normal.

“Saya hanya berharap lebih banyak penelitian dilakukan, hanya untuk memastikan dia dapat menjalani kehidupan yang normal dan bisa melakukan semua hal yang dia inginkan,” tutup Amber.

1
3