Share

Heboh Fetish KTP Modus Penipuan, Ini Kata Ahli terkait Gangguan Seks

Vivin Lizetha, Jurnalis · Kamis 22 September 2022 06:00 WIB
$detail['images_title']
Viral fetish KTP (foto: Twitter)

MEDIA sosial kembali dihebohkan dengan kelakuan orang yang memiliki fetish aneh. Kali ini, seseorang mengaku memiliki fetish kepada KTP. Diketahui dari sebuah tanggap layar pesan singkat yang diunggah akun Twitter @kegblgnunfaedh.

Dalam unggahan itu tertulis, seseorang meminta pasangannya untuk mengirimkan foto sambil memegang KTP. Namun si pasangan tidak mau menyetejui permintaan tersebut. Namun si pengirim yang mengaku fetish ini, terus memaksa.

 viral fetish ktp

"gk tau knp aku seneng liat org di foto pegang ktp, kyknya fetish aku emg ini kyk lucu aja liat," tutur si pengirim chat dalam tangkap layar tersebut.

Meski termasuk salah satu jenis fetish yang aneh, namun tak sedikit netizen menaruh curiga bahwa ini adalah modus penipuan baru. Si fetish KTP diduga ingin menggunakan foto KTP itu untuk peminjaman online.

Terlepas dari itu semua, dikutip dari mcdmanuals.com, Rabu(21/9/2022), fetish atau fetishisme adalah penggunaan benda mati sebagai cara yang disukai untuk menghasilkan gairah seksual. Fetisisme adalah salah satu bentuk parafilia. Orang dengan fetish dapat menjadi terangsang dan terpuaskan secara seksual dengan berbagai cara. Seringkali menggunakan cara yang tak masuk diakal, seperti dibungkus kain jarik, kain serbet, bahkan mengenakan pakaian dalam orang lain.

Orang dengan gangguan fetisistik mungkin tidak dapat berfungsi secara seksual tanpa fetish mereka. Fetish dapat menggantikan aktivitas seksual yang khas dengan pasangan atau dapat diintegrasikan ke dalam aktivitas seksual dengan pasangan yang bersedia.

Kebutuhan akan fetish mungkin begitu kuat dan kompulsif sehingga tak jarang merusak kehidupan seseorang. Tetapi pada kebanyakan orang yang memiliki fetish, perilaku mereka tidak memenuhi kriteria gangguan karena tidak menyebabkan mereka tertekan secara signifikan, mengganggu fungsi sehari-hari, atau membahayakan orang lain.

1
2