Share

Apakah Bahan Alergen di Makanan Kemasan Memicu Terjadinya Alergi?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 21 September 2022 15:52 WIB
$detail['images_title']
Makan dengan saus (Foto: Today)

BELUM lama ini publik dikejutkan dengan penarikan dua produk dari pasar Singapura, yaitu kecap manis dan saus sambal ayam goreng. Tetapi, akar masalah bukan ada di produk yang berbahaya, melainkan tidak lengkapnya pihak distributor tidak resmi merek tersebut menjelaskan label kemasan.

Telah diklarifikasi bahwa sejatinya dua produk itu aman untuk masyarakat umum, namun bisa berbahaya bagi mereka yang alergi akan bahan tambahan pangan dan sulfit.

 saus

Artinya, kecap dan saus dari tersebut aman dikonsumsi, terlebih Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin edar kedua produk tersebut.

Menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah seseorang yang sering terpapar makanan mengandung alergen akan memicu masalah pada tubuhnya? Mungkinkan bahan alergen yang ada di dalam satu makanan kemasan memicu terjadinya alergi?

Ahli Gizi dari Institut Pertanian Bogor Prof Dr. Ir. Hardinsyah menegaskan bahwa adanya bahan alergen yang ada di satu produk makanan tidak akan memicu seseorang jadi alergi pada alergen tersebut.

"Apa yang sudah ada di produk kemasan jadi itu sudah melalui proses panjang penilaian dan pengujian BPOM. Jadi, sekalipun ada alergen di dalam satu produk makanan kemasan, tidak akan menjadi masalah di kemudian hari," terangnya saat diwawancarai di acara Ngobrol Baik bareng ABC, di kawasan Jakarta, Rabu (21/9/2022).

Prof Hadi menambahkan, pada produk yang sudah punya nama besar, mereka biasanya sangat ketat dalam menambahkan bahan alergen ini. Pun dipergunakan, kadar yang dipakai akan sangat aman untuk semua jenis usia.

"Itu kenapa, kecap misalnya cenderung aman untuk semua usia dari anak-anak hingga lansia. Sebab, kadar penggunaan BTP maupun sulfit-nya ada di level aman dan telah sesuai dengan standar BPOM pastinya," tambahnya.

 BACA JUGA:Batuk karena Alergi Udara Kotor Seperti Anak Nikita Willy? Begini Cara Mengobatinya

Hal tersebut pun dijelaskan Quality Technical Service Lead Kraft Heinz Indonesia - Papua Nugini, Emerensiana Adi Dhae, bahwa dalam rangkaian sistem kontrol kualitas dan keamanan pangan, produk yang pihaknya produksi telah menerapkan sistem standarisasi yang berlapis.

"Standar yang berlapis itu mulai dari cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB), yang dipersyaratkan BPOM sebagai otoritas pengawas keamanan pangan olahan di Indonesia, sistem manajemen pangan dunia, (ISO 22000: 2018 dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), serta sistem standar internal dari perusahaan kami," ungkapnya.

Nah, terkait ditambahkannya alergen pada produk makanan, Emerensiana menerangkan bahwa pihaknya sudah mengacu pada Global Food Allergen Policy dalam pemilihan material, formulasi, termasuk juga aturan pencantuman bahan baku, nilai gizi, serta kandungan alergen pada label kemasan.

"Penerapan kebijakan ini menjadi hal penting untuk memastikan seluruh produk kami diproduksi dengan proses yang benar dan seluruh bahan pangan yang digunakan jyga terkomunikasikan secara transparan kepada konsumen," tambah Emerensiana.

1
2