Share

Apa Benar Berpelukan Bisa Tularkan HIV?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Rabu 21 September 2022 15:02 WIB
$detail['images_title']
Berpelukan dengan penderita HIV (Foto: Today)

SAAT ini masih banyak asumsi keliru soal penularan virus HIV. Akibatnya banyak orang yang takut berdekatan dengan penderita HIV.

Salah satunya anggapan mengenai bahwa virus HIV bisa ditularkan dari mereka yang bertukar alat makan dan berpelukan. Tapi sebenarnya, benarkah demikian?

 berpelukan

Dijelaskan oleh Spesialis Penyakit Dalam sekaligus Pakar dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Zubairi Djoerban, anggapan penularan HIV bisa melalui alat makan dan berpelukan dengan pengidap HIV itu adalah asumsi yang salah.

"Bersentuhan dan berpelukan tidak menularkan HIV juga? Iya, termasuk berbagi peralatan makan, mandi, gigitan nyamuk, batuk, bersin, keringat, itu semua tidak dapat menularkan HIV," jelas Prof. Zubairi dikutip dari akun Twitter resmi pribadinya, @ProfesorZubairi.

Terkait isu penularan HIV disebut-sebut bisa ditularkan lewat gigitan nyamuk yang menggigit orang dengan HIV. Dokter yang juga merupakan Ketua Satgas Covid-19 IDI tersebut menerangkan, sebetulnya hal ini bukan isu baru dan ironisnya, banyak orang awam yang percaya akan hal itu.

 BACA JUGA:Jangan Gampang Bungkus Cewek, Ingat Vaksin HIV Belum Ada!

Padahal, sejauh ini belum ada fakta medis yang memvalidkan anggapan tersebut.

“Sebenarnya ini bukan isu baru, bahkan cukup banyak yang percaya. Namun, tidak ada fakta medis yang menyatakan bahwa gigitan nyamuk itu dapat menularkan HIV,” tegasnya.

Hewan seperti nyamuk, memang bisa menjadi media penularan berbagai penyakit dari virus, seperti demam berdarah atau malaria. Namun sekali lagi, ini tidak berlaku untuk virus HIV atau pun penyakit AIDS.

“Benar (untuk DBD dan malaria), tapi bukan HIV atau AIDS. Virus HIV di tubuh nyamuk itu enggak tenang, rentan, dan tidak bisa hidup alias akan mati dengan cepat,” pungkas Prof. Zubairi.

1
2