Share

Bisakah Cacar Monyet Diobati Secara Herbal?

Kevi Laras, Jurnalis · Rabu 21 September 2022 14:41 WIB
$detail['images_title']
Cacar monyet (Foto: CNA)

PENGOBATAN untuk cacar monyet di Indonesia masih belum banyak yang tahu. Sebab cacar monyet termasuk penyakit baru yang masuk ke Indonesia. Baru 1 pasien yang tervalidasi kena cacar monyet.

Belum lama ini beredar informasi pengobatan herbal cacar monyet di sosial media. Hal ini mendapat tanggapan dari Satgas Monkeypox ikatan dokter indonesia (IDI), dr Hanny. Ia meluruskan, herbal yang diinformasikan seperti madu dan kunyit mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga tidak diperuntukkan dioleh pada lesi atau luka yang diduga cacar monyet.

 cacar monyet

"Kalau misalnya diminum itu masih tidak menjadi masalah asal dosisnya pas, Anda juga harus tahu berapa sih dosis yang diminum. Jadi tidak terlalu berlebihan sebenarnya obat-obat herbal tujuannya untuk meningkatkan imunitas," kata Ketua Satgas Monkeypox PB IDI, dr Hanny Nilasari, SpKK dalam webinar PB IDI Update on Monkeypox , Rabu (21/9/2022).

Lebih lanjut, dr Hanny mengatakan, mengolesi lesi atau luka dengan bahan herbal, memungkinkan terjadinya infeksi lebih meluas. Menurutnya bisa menyebabkan lebih parah, karena herbal lebih baik dalam bentuk suplemen atau diminum.

 BACA JUGA:Kurangi Risiko Cacar Monyet, Ahli Epidemiologi Cina Imbau Masyarakatnya Tak Sentuh Warga Negara Asing

"Misalnya dia dioles tentunya akan terjadi infeksi yang lebih luas dan terinfeksi lagi atau superinfeksi. Dengan bakteri lainnya jadi tidak diindikasikan itu untuk dioles pada lesi monkeypox," jelasnya.

Sebagai tambahan informasi, gejala yang perlu diwaspadai ada 5, paling banyak dialami oleh para pasien cacar monyet. Salah satunya, mengalami sakit kepala dan berikut rinciannya:

-Demam

-Sakit kepala

-Sakit tenggorokan

-Pembesaran getah bening

-Kelainan kulit (infeksi kulit, berupa adanya lesi atau luka)

"Gejala yang paling banyak dikeluhkan pasien monkeypox, adalah demam, kemudian sakit kepala, ada rasa tidak enak disaluran tenggorokan dan ada pembesaran kelenjar getah bening serta ada kelainan di kulit," imbuhnya.

1
2