Share

Sama-Sama Bikin Langsing, Ini Beda Operasi Bariatrik dan Sedot Lemak!

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Rabu 21 September 2022 11:14 WIB
$detail['images_title']
Melly Goeslaw makin langsing (Foto: inst)

SAAT ini obesitas menjadi salah satu masalah yang kerap timbul akibat dari pola makan yang berantakan dan gaya hidup tak sehat. Tak heran, berbagai cara pun dilakukan untuk mengatasinya.

Beberapa cara yang dilakukan untuk mengatasi obesitas yakni melalui operasi bariatrik hingga sedot lemak. Ya, penderita obesitas yang gagal menurunkan berat badan, melalui diet dan olahraga bisa menjalani perawatan ini agar jadi langsing.

 Melly Goeslaw operasi bariatrik

Tak sekadar untuk menunjang penampilan, prosedur pembedahan bermanfaat meningkatkan kualitas hidup penderita. Seperti menurunkan risiko hipertensi, sakit jantung hingga stroke.

Namun, apa sebenarnya yang dimaksud operasi bariatrik dan sedot lemak? Apa perbedaan keduanya?

Berikut ulasannya, dikutip dari BIMC Hospital.

Masih banyak yang salah kaprah tentang perbedaan bedah bariatrik dengan sedot lemak. Keduanya, sering kali disamakan sebagai operasi untuk meningkatkan penampilan tubuh. Padahal, jika dilihat saksama, keduanya memiliki pengertian, tujuan, dan prosedur berbeda.

Bariatrik adalah operasi yang berfokus untuk memodifikasi sistem pencernaan. Tujuannya agar jumlah makanan yang masuk dapat dibatasi. Nantinya, penderita obesitas tak lagi merasakan nafsu makan yang tinggi. Hasilnya, berat badan pun bisa diturunkan secara perlahan. Ini merupakan prosedur operasi yang dijalani penyanyi kawakan, Melly Goeslaw.

Sedangkan, bedah kosmetik seperti prosedur sedot lemak berfokus untuk meningkatkan penampilan. Prosedur ini dapat dilakukan di bagian tubuh maupun wajah.

Dari segi hasil, bedah bariatrik tidak bisa instan. Penurunan berat badan tetap perlu dilakukan oleh penderita obesitas. Sementara, bedah kosmetik salah satunya sedot lemak, mampu memberikan hasil cepat.

Selain itu, perbedaan mencolok terlihat dari manfaat. Bedah kosmetik seperti sedot lemak hanya berguna untuk meningkatkan daya tarik, tetapi tidak dengan kualitas hidup.

Lebih aman mana?

Menurunkan berat badan karena obesitas tak bisa dilakukan sembarangan. Pasalnya, jika prosedur yang dijalani tak sesuai, maka berdampak buruk pada kesehatan. Lantaran, tak mampu melakukan diet sehat dan olahraga manual, sebagian kalangan tergoda melakukan sedot lemak.

Kini, obesitas sudah teratasi tanpa perlu menyiksa diri. Namun, anggapan ini justru kurang tepat. Hasil yang instan berisiko mengundang kerusakan di masa mendatang. Contohnya, memar hingga kerusakan di jaringan kulit.

Alhasil, bukan mengobati penyakit justru menambah masalah baru. Hal ini tentu dapat diminimalisir dengan bedah bariatrik.

Cara kerja tindakan medis ini menyelesaikan akar permasalahan. Sistem pencernaan akan diubah ukurannya, sehingga lebih kecil. Kapasitas makanan yang masuk pun, jadi terbatas dan Anda kenyang lebih lama.

Di samping itu, efek dari sedot lemak cenderung cepat hilang. Akibatnya, Anda harus melakukan prosedur berulang kali, demi menekan penambahan berat badan.

Orang yang menjalani liposuction, tetapi ukuran sistem pencernaannya masih besar. Otomatis nafsu makan juga tinggi, dampaknya berat badan naik turun.

Melalui bariatrik, nafsu makan dan kapasitas lambung akan dipersempit. Jadi, Anda tetap kenyang walau makan dengan porsi sedikit.

Meski begitu, setiap tindakan bedah memiliki risiko yang perlu pasien ketahui. Namun, segala efek samping bisa dihindari dengan teknologi canggih dan tenaga medis berpengalaman.

Melalui pengawasan dokter, Anda akan mendapatkan penanganan lanjutan apabila muncul gejala seperti sesak napas, pendarahan, lepas jahitan hingga infeksi.

1
2