Share

Ciri-Ciri Seseorang Punya Alergi Bahan Pengawet, Mirip Alergi Debu?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 21 September 2022 20:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi ruam karena alergi, (Foto: Freepik)

BAHAN pengawet benzoat dan sulfit beberapa waktu belakangan ini ramai dibahas publik, terkait aksi pemerintah Singapura yang menarik produk kecap manis dan saus sambal ayam goreng ABC Indonesia dari peredaran.

Sebagai informasi, baik itu benzoate atau pun sulfit, keduanya sama-sama tergolong dalam Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang bisa menyebabkan alergi.

Sebagian orang awam mungkin bertanya-tanya, apakah tanda-tanda alergi bahan pengawet itu sama dengan kondisi alergi yang familiar ditemui pada banyak orang seperti alergi debu?

Dijelaskan, Ahli Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Hardinsyah, bahwa reaksi tubuh pada seseorang yang alergi bahan pengawet, khususnya benzoat dan sulfit, memang tidak jauh berbeda dengan mereka yang alergi udara.

"Jadi, ciri-cirinya itu muncul ruam atau kemerahan di kulit. Pada kasus serius, bisa sebabkan kesulitan bernapas yang mana pada penderita asma ini akan sangat mengkhawatirkan," kata Prof. Hardinsyah di acara 'Ngobrol Baik dengan ABC', di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (21/9/2022).

Pada orang-orang yang tidak alergi dengan bahan pengawet, tentu mengonsumsi pangan mengandung bahan allergen tidak akan jadi masalah. Beda cerita jika orang dengan alergi, Prof. Hardinsyah mengimbau untuk orang-orang pemilik alergi tertentu untuk membaca label kemasan terlebih dahulu, sebelum membeli makanan dalam kemasan.

"Artinya, jika Anda sudah tahu punya alergi udang misalnya atau alergi bahan pengawet, maka dengan membaca label kemasan Anda tidak akan memilih produk tersebut yang bisa memicu masalah kesehatan jika dikonsumsi," tambahnya.

Di sisi lain, penggunaan BTP yang tepat sesuai dengan standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak akan menyebabkan masalah kesehatan. Tapi, ini memang tidak berlaku jika seseorang sudah alergi terhadap sulfit dan benzoat.

BTP sendiri adalah bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk memengaruhi sifat atau bentuk pangan, sebagai contoh bertujuan untuk mengawetkan pangan, memberikan warna, mencegah tengik, dan meningkatkan rasa (kualitas pangan).

"Penggunaan BTP yang tepat sesuai takaran batas aman akan memberikan manfaat teknologi, terhadap kualitas pangan sebagaimana diatur oleh BPOM Nomor 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan," tandas Prof. Hardinsyah

1
2