Share

Bigoreksia: Pengertian Umum, Gejala, Penyebab, Faktor Resiko, dan Pencegahan

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Rabu 21 September 2022 15:20 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto:Freepik)

JAKARTA- Bigoreksia atau lebih dikenal dengan dismorfia otot adalah kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan seseorang terus-menerus berpikir untuk membentuk massa otot di tubuh.

Penyakit ini termasuk dalam dismorfik tubuh dengan memiliki gejala beberapa gejala yang sama dengan gangguan lain seperti anoreksia nervosa.

Lantas, apa pengertian bigoreksia? Bagaimana gejala, penyebab, faktor resiko, dan pencegahannya? Untuk memahaminya, simak rangkuman okezone, berikut ini.

Melansir dari Healthline, bigoreksia didefinisikan oleh Diagnostic and Statistical Manual sebagai gangguan dismorfik tubuh yang memicu keasyikan dengan gagasan bahwa tubuh terlalu kecil atau tidak cukup berotot.

Ketika seseorang menderita bigoreksia, maka akan terpaku pada pemikiran bahwa ada yang salah dengan penampilan tubuh. Sehingga kondisi itu bisa mempengaruhi perilaku.

Bigoreksia termasuk kondisi psikologis, meskipun dapat muncul secara fisik. Seseorang dengan bigoreksia mungkin mengalami beberapa gejala berikut:

-Obsesi dengan penampilan, kadang-kadang disebut pemeriksaan cermin

Fiksasi pada diet dan suplemen makanan

-Penggunaan obat-obatan dan penggunaan steroid yang berhubungan dengan kebugaran fisik

-Ketidakpuasan dengan penampilan yang mengarah pada suasana hati yang tertekan atau kemarahan

Melansir dari NHS, tidak diketahui secara pasti apa yang menyebabkan bigoreksia, tetapi mungkin terkait dengan:

-Genetik

-Seseorang mungkin lebih mungkin mengembangkan bigoreksia jika memiliki kerabat dengan bigoreksia, gangguan obsesif kompulsif (OCD) atau depresi

-Ketidakseimbangan kimia di otak

-Pengalaman traumatis di masa lalu

-Seseorang mungkin lebih mungkin mengembangkan bigoreksia jika diejek, diintimidasi, atau dilecehkan ketika masih kecil

-Beberapa orang dengan bigoreksia juga memiliki kondisi kesehatan mental lain, seperti OCD, gangguan kecemasan umum atau gangguan makan.

Melansir dari Healthline, tidak selalu jelas siapa yang akan mengalami bigoreksia. Pengalaman hidup tertentu dan faktor psikologis yang mendasarinya dapat membuat penderita lebih mungkin mengalami dismorfia tubuh. Baik wanita maupun pria dapat mengalami bigoreksia.

Sebuah studi pada 2019 terhadap lebih dari 14.000 anak muda menemukan bahwa 22 persen pria dan 5 persen wanita dilaporkan bahwa memiliki pola makan yang tidak teratur terkait dengan berolahraga dan menjadi lebih berotot.

Studi yang sama juga menemukan kondisi kesehatan mental dapat menempatkan seseorang pada risiko lebih tinggi untuk bigoreksia. Orang-orang yang menyukai binaraga, olahraga tertentu, atau komunitas gulat juga diketahui lebih mungkin mengalami kondisi ini.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah bigoreksia, antara lain:

-Membatasi olahraga dan aktivitas angkat besi hingga 30 menit hingga satu jam per hari

-Menghentikan penggunaan steroid, protein shake, dan suplemen kebugaran

Menghapus pelacak kalori dan aplikasi kebugaran dari perangkat elektronik

Mengidentifikasi dan mengatasi perilaku lain yang mungkin memengaruhi kondisI, termasuk membersihkan diri, makan berlebihan, merokok, dan penggunaan alkohol berat.

Demikian pemahaman terkait bigoreksia yang perlu dipahami dan dicegah. Sebisa mungkin menghindari kegiatan yang dapat memicu keadaan ini.

1
3