Share

Perselingkuhan Bisa Sebabkan Efek Psikologis Berkepanjangan, Ini Kata Ahli!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 21 September 2022 21:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi perselingkuhan (foto: istimewa)

BIDUK rumah tangga Reza Arap dan Wendy Walters sedang disorot publik saat ini. Wendy Walters secara blak-blakan mengutarakan isi hatinya di Twitter mengenai sifat sang suami, Reza Arap, yang sudah tidak lagi bisa ditoleransi.

Wendy menyinggung soal perselingkuhan, 'f*** around', hingga ketidakharmonisan dirinya dengan Reza Arap di Twitter secara gamblang. Bahkan, sebelumnya dia mengeluarkan simbol bendera putih dengan kata 'Ga kuat' yang mengisyaratkan dirinya sudah tidak bisa lagi mempertahankan hubungan.

 reza arap

Sejauh ini, belum ada keterangan resmi apakah benar Reza Arap berselingkuh dari Wendy Walters.

Di sisi lain, jika benar Wendy Walters diselingkuhi Reza Arap, maka ada kemungkinan Wendy bakal mengalami efek jangka panjang dari perselingkuhan yang dialaminya. Ini sesuatu yang nyata dan perlu mendapat perhatian baik oleh Wendy sendiri maupun orang lain.

Menurut laman PsychCentral, rasa sakit dari perselingkuhan sulit sekali dihindari oleh korban dan dapat memiliki konsekuensi yang menghancurkan secara emosional. Namun, baik bagi si korban untuk merasakan semua itu, agar proses sembuhnya bisa lebih maksimal.

"Sakit hati akibat diselingkuhi bisa sembuh asal permasalahan tersebut diselesaikan oleh kedua belah pihak. Ini penting untuk mencapai pemulihan yang optimal," ungkap laman tersebut, dikutip Okezone, Rabu (21/9/2022).

Lebih lanjut, Psikolog Dennis Ortman menggambarkan bahwa mereka yang terbelenggu dalam masalah perselingkuhan dikategorikan sebagai Post-Infidelity Stress Disorder (PISD). Gejala konsisten terjadi selama proses trauma berlangsung, dan itu bisa menghancurkan sistem mental yang sudah dibangun dalam hubungan selama ini.

Penelitian telah menunjukkan bahwa perselingkuhan dapat menyebabkan peningkatan kecemasan dan depresi, selain stress. Bahkan, pada kasus ekstrem, Anda yang diselingkuhi mungkin akan mengalami kecemasan kronis, stres pasca-trauma, depresi, dan ketidakpercayaan pada orang lain, pun cinta dalam waktu yang lama.

Cinta sejauh ini dianggap sebagai pabrik dopamin atau hormon kebahagiaan dan memicu perasaan euforia. Pada satu kondisi, sensasi dari cinta tersebut bisa membuat seseorang ketagihan.

Nah, ketika perselingkuhan terjadi, sistem kerja otak atas perasaan cinta akan berubah. Hal ini ternyata tidak jauh berbeda ketika seorang pengguna aktif narkoba dijauhkan dari narkotika yang membuatnya adiktif.

"Rasa sakit akibat diselingkuhi dapat menyebabkan konsekuensi jangka pendek dan panjang pada kimia di otak. Jika sebelumnya otak banyak mengeluarkan dopamin, saat perselingkuhan terjadi sistem otak berubah dan ini memengaruhi emosi si korban," ungkap laporan tersebut.

1
2