Share

Salah Satu Gejala Penyakit Autoimun, Kelelahan Berkepanjangan

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Rabu 21 September 2022 11:08 WIB
$detail['images_title']
Rebahan karena kelelahan (Foto: istock)

SETIAP manusia punya sistem kekebalan tubuh (sistem imun) yang bekerja sistematis mencari dan menghancurkan agen yang berpotensi menyerang kekebalan tubuh. Pada situasi normal sistem imun ini dapat mengenali sel tubuh dan atau sel asing yang berpotensi membahayakan tubuh manusia.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Alergi Imunilogi di Siloam Hospital Sriwijaya Palembang, dr. Masdianto Musai, Sp.PD-KAI, FINASIM, mengatakan, penyakit autoimun merupakan sistem imun yang mengubah targetnya dan menyerang sejumlah sel tubuh dengan melepaskan protein (disebut autoantibodi). Hampir semua organ di dalam tubuh manusia dapat menjadi lokasi berkembangnya penyakit autoimun.

 kelelahan terus

"Ada lebih dari 100 jenis keluhan penyakit yang dapat dikategorikan kumpulan penyakit autoimun. Beberapa penyakit autoimun hanya menargetkan satu organ. Sementara ada pula dampak dari autoimun ini yang dapat mempengaruhi seluruh tubuh", ujar dr. Masdianto Musai, Sp.PD-KAI, FINASIM.

dr. Masdianto Musai menjelaskan, penyakit autoimun belum teridentifikasi secara pasti penyebabnya. Namun terdata jelas seperti layaknya penyakit lain, faktor penyebab cenderung dikarenakan oleh faktor genetik atau keturunan, lingkungan tempat tinggal, gaya hidup yang tidak sehat, termasuk perubahan hormon dan infeksi.

"Merokok tembakau, konsumsi alkohol dan adanya obesitas dan atau penyakit penyerta lain merupakan faktor resiko. Data valid pun menunjukkan adanya faktor resiko tinggi pada wanita rentan usia 20-50 tahun", imbuh dr. Masdianto Musai.

 BACA JUGA:Aktor Hollywood, Ashton Kutcher Idap Penyakit Autoimun Vaskulitis, Kenali Risiko Komplikasinya!

Penyakit Autoimun bahkan dimulai dengan sejumlah gejala ringan, misalnya kelelahan, pegal otot, demam ringan, dan lainnya. Namun gejala ini berkepanjangan atau dalam kurun waktu yang cukup lama.

Guna mencegah penyakit autoimun, bisa dilakukan dengan pemeriksaan immune risk yakni pemeriksaan genomik, yaitu mengidentifikasi berdasarkan faktor genomik seseorang dengan mengacu pada faktor resiko kepada penyakit autoimun.

Dalam pencegahannya, juga harus dilengkapi dengan perbaikan faktor lingkungan tempat tinggal dan perbaikan gaya hidup yang sehat sebagai pencegahan terbaik terhadap penyakit autoimun.

1
2