Share

Ahli Gizi Sebut Alergi Bisa Sembuh, Asal?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 21 September 2022 17:13 WIB
$detail['images_title']
tes bakat alergi, (Foto: Freepik)

SEBAGIAN orang terlahir dan tumbuh besar dengan memiliki alergi tertentu. Bentuknya pun bermacam-macam, ada berupa alergi makanan tertentu, ada alergi temperatur suhu, debu, cuaca, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Seputar alergi, tidak dipungkiri banyak orang meyakini kalau alergi bisa sembuh dengan sendirinya, lewat cara melawan alergi dengan alergennya. Contohnya, jika alergi makan udang, maka teruslah makan udang hingga akhirnya tubuh mentoleransi sensasi udang tersebut.

Lalu, apakah cara ini, tepat dan benar jika dilihat dari kacamata ilmiah? Well, Ahli Gizi Institut Pertanian Bogor, Prof. Hardinsyah membenarkan teknik tersebut untuk menyembuhkan alergi. Tapi dengan catatan, tentu level toleransi setiap orang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diterapkan secara umum.

"Memang ada yang kayak gitu (terus memaksa tubuh menghadapi alergen) sampai akhirnya sembuh. Kalau enggak tega melihat reaksi alerginya, ya, jangan dilanjutkan," kata Prof. Hardinsyah saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (21/9/2022).

Prof. Hardinsyah menerangkan, sejatinya kalau alergi sebetulnya bisa disembuhkan asal diketahui penyebabnya sejak masih anak-anak. Semakin cepat diketahui penyebabnya, semakin baik output dari terapi yang diberikan.

"Alergi bisa sembuh, tapi kalau diobatinnya saat masih anak-anak, ya. Kalau sudah dewasa cenderung lebih susah untuk mengobati alergi," katanya lagi.

Namun, yang terjadi di kehidupan sehari-hari, banyak orang yang merasakan atau menyadari memiliki alergi baru di usia sudah dewasa.

Mengingat, saat masih anak-anak semua kondisi tubuh bisa saja memang baik-baik saja. Tapi bertambahnya usia, orang tersebut baru alami alergi pada satu atau dua hal, misalnya makanan atau faktor penyebab lainnya.

BACA JUGA:Angka Kematian Anak Akibat Pneumonia Capai 14 Persen, Begini Tanggapan Kemenkes!

"Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO) per 2017, 10 juta orang dewasa menderita lebih dari satu jenis alergi. Namun, kelompok terbanyak ada di usia 6-10 tahun yang mencapai 34,4 persen," tutup Prof. Hardinsyah singkat.

 BACA JUGA:Kontra dengan Presiden AS, Otoritas Kesehatan Uni Eropa Tegaskan Pandemi Covid-19 Belum Selesai!

1
2