Share

Pengertian Detoks Dopamin dan Cara Melakukannya Biar Makin Bahagia

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Rabu 21 September 2022 08:13 WIB
$detail['images_title']
Detoks (Foto: Lifehea;th)

Detoks dopamin adalah cara mereset sistem otak agar otak tak bergantung dengan rangsangan tertentu yang dapat membuat kecanduan, seperti menerima notifikasi WhatsApp. Tujuannya untuk mengurangi kecanduan dengan mengubah kebiasaan buruk menjadi lebih produktif, seperti berolahraga, memasak, membaca buku, dan meditasi.

Selama detoks dopamin, seseorang menghindari pemicu dopamin untuk jangka waktu tertentu, mulai dari satu jam hingga beberapa hari. Idealnya, pada akhir detoks, seseorang akan merasa lebih terpusat, seimbang, dan tidak terlalu terpengaruh oleh pemicu dopamin yang biasa mereka lakukan.

Dr Cameron Sepah, pencipta dopamin cepat, atau detoks menggunakan terapi perilaku kognitif atau cognitive behavior therapy (CBT). Terapi ini bertujuan untuk membebaskan pasien dari ketergantungan mereka pada rangsangan tertentu, seperti peringatan telepon, teks, dan pemberitahuan media sosial.

Konsep umum dibalik "detoks" Dr. Sepah adalah agar orang membiarkan diri mereka merasa kesepian atau bosan, atau mencoba aktivitas yang lebih sederhana daripada meraih "hit" dopamin dengan cepat. Idealnya, orang akan mulai memperhatikan bagaimana rangsangan tertentu yang dapat mengalihkan perhatian mereka.

Melakukan aktivitas alternatif yang bertolak belakang dengan stimulan, seperti melakukan olahraga berat ketika ingin menghilangkan kebiasaan makan saat sedang stres.

Demikian pemahaman terkait pengertian detoks dopamin dan cara melakukannya. Perlu diingat, dopamin tidak bisa hilang secara 100 persen, sebab tubuh manusia secara alami memproduksi dopamin, bahkan ketika tidak terkena rangsangan tertentu.

(RIN)

(rhs)