Share

Canggih, Peneliti Kembangkan Masker yang Bisa Deteksi Covid-19

Raden Yusuf Nayamenggala, Jurnalis · Selasa 20 September 2022 12:59 WIB
$detail['images_title']
Peneliti kembangkan masker deteksi Covid-19 (Foto: NY post)

DI tengah mewabahnya berbagai virus seperti Covid-19 dan sebagainya, sejumlah negara terus berinovasi untuk melakukan pencegahan serta penanganan terkait masalah virus, salah satunya negara China.

Peneliti China baru-baru ini dikabarkan tengah mengembangkan masker yang memungkinkan para penggunanya mengetahui apakah mereka sudah terpapar Covid-19, flu dan virus lainnya.

 pandemi Covid-19

Pengembangan tersebut, digadang-gadang bisa membantu masyarakat yang rentan terpapar untuk segera mengetahui bila terkena virus, di tengah pelonggaran sejumlah pembatasan dan protokol kesehatan saat ini.

Menurut penelitian yang dipimpin oleh enam orang ilmuwan yang bekerja untuk Universitas Tongji, Shanghai, masker tersebut dibekali sebuah sensor yang diklaim bisa mendeteksi virus infuluenza, Covid-19, H5N1 dan H1N1 di udara.

Dengan adanya sensor tersebut, dalam waktu 10 menit bisa mendeteksi sejumlah virus dan mengirim pemberitahuan ke perangkat.

Perangkat sensor yang dipasang di luar masker tersebut dibekali baterai lithium yang bisa diisi ulang. Perangkat tersebut telah diuji dengan menyemprotkan patogen di dalamnya pada pengaturan dalam ruangan. Hal tersebut mensimulasikan skenario di mana seseorang tengah berbicara atau batuk.

Seperti yang dikutip dari laman bloomberg, sensor tersebut merespons cairan sekitar 70 hingga 560 kali lebih sedikit dibanding dengan jumlah yang dihasilkan ketika bersin. Kemudian, peringatan dikirimkan ke perangkat nirkabel seperti halnya ponsel.

Para penliti dari China itu mengatakan, bahwa perangkat tersebut sangat bermanfaat dipakai di ruang tertutup dengan risiko infeksi tinggi.

Pada ruangan tertutup waktu deteksi juga lebih singkat dan sensitivitas perangkat lebih tinggi. Menariknya, perangkat tersebut bisa dikonfigurasi untuk virus yang berbeda bila perlu. Namun, sayangnya belum informasi soal harga dan apakah masker tersebut akan dijual secara global atau tidak.

Pandemi yang melanda berbagai belahan dunia mendorong meluasnya penggunakan masker dan inovasi masker dengan ragam bentuk dan kegunaan.

 BACA JUGA:Presiden AS Sebut Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir, Benarkah?

Namun, seiring melandai kasus Covid-19 di dunia, menyebabkan penurunan penggunaan masker di masyarakat, seperti di Amerika Serikat.

Menurut survei Axios-Ipsos di awal September 2022, menemukan bahwa 37 persen orang Amerika mengenakan masker di luar rumah setidaknya kadang-kadang. Angka tersebut sangat berbeda dengan dua tahun lalu, dimana 89 persen orang Amerika mengenakan masker di luar rumah.

Meski demikian, penggunaan masker tetap dilakukan oleh masyarakat di sejumlah negara, termasuk Tiongkok, yang mempertahankan kebijakan ketat Covid Zero.

Sejumlah masyarakat di berbagai belahan dunia pun terus memakai masker, untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang lain dari virus berbahaya, terlepas dari aturan Pemerintah di beberapa negara yang melonggarkan aturan penggunaan masker.

1
2