Share

Kenali Gangguan Pica, yang Diidap Perempuan Viral Pemakan 55 Baterai

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 20 September 2022 21:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi gangguan pica (foto: istimewa)

FENOMENA menelan benda asing bukan hal baru di telinga masyarakat. Banyak kasus telah terjadi, mulai dari menelan uang logam, koin, kelereng, baterai, paku, bahkan benda logam tajam yang dapat merusak organ dalam tubuh.

Kejadian menelan benda asing seperti ini bahkan pernah dibuat film berjudul 'Swallow'. Di film tersebut, dijelaskan betul bagaimana motif seseorang kepikiran untuk menelan benda asing itu yaitu kepuasan diri sendiri terlebih jika benda asing itu bisa lolos dari proses pencernaan di tubuh.

gangguan pica

Namun, demi alasan apapun kebiasaan menelan benda asing tidak boleh dianggap wajar. Apalagi pada kasus dengan alasan ingin melukai diri sendiri. Kebiasaan ini perlu dicegah karena benar-benar mengancam nyawa.

Dalam dunia kesehatan mental, Menurut Psikiater Ken Yeager, Ph.D., gangguan mental suka menelan benda asing dinamakan Pica. Ini tergolong dalam kategori eating disorder.

"Pica adalah kebiasaan memakan sesuatu yang tidak disebut sebagai makanan. Ini sering terjadi dengan gangguan kesehatan mental lainnya seperti cacat intelektual, gangguan spektrum Autisme, atau Skizofrenia," kata Yeager, dikutip dari Men's Health, Selasa (20/9/2022).

Tidak ada penyebab tunggal kenapa seseorang mau menelan benda asing, tetapi Yeager mengatakan bahwa menurut The Handbook of Clinical Child Psychology, itu sering dimulai pada masa kanak-kanak dan memengaruhi antara 4 hingga 26 persen populasi.

"Pada beberapa kasus, menelan benda asing membuat seseorang tenang," ungkap direktur Program Stress Trauma and Resilience (STAR) dari The Ohio State University Wexner Medical Center, Amerika Serikat, itu.

Karena ada sensasi tenang setelah melakukan tindakan abnormal tersebut, banyak teori beranggapan bahwa mereka yang mengalami Pica punya kecemasan yang tinggi dan terkadang menderita depresi.

Terapi yang banyak direkomendasikan adalah pertama menguji defisiensi mineral atau nutrisi seperti zat besi atau seng dalam tubuh penderita. Pada banyak kasus, penderita Pica punya nilai zat besi atau seng yang rendah.

Karena itu, terapi peningkatan zat besi atau seng dipercaya dapat membantu mengurangi bahkan menyelesaikan masalah Pica ini.

Di sisi lain, kalau benda asing tersebut tersangkut di dalam tubuh, dokter bedah akan melakukan laparotomi atau membuat sayatan kecil di dinding perut untuk mengakses rongga perut, tempat benda asing tersangkut.

1
2