Share

Batuk Darah:Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, dan Pencegahan

Destriana Indria Pamungkas, Jurnalis · Selasa 20 September 2022 08:36 WIB
$detail['images_title']
Gejala Batuk Darah (Foto: Freepik)

BATUK darah atau hemoptisis merupakan sebuah penyakit yang disertai dengan keluarnya darah. Kondisi  batuk darah ini bisa menjadi salah satu tanda adanya penyakit serius dalam tubuh Anda.

Kondisi tersebut bisa berupa infeksi, kanker, atau masalah pada pembuluh darah di dalam paru-paru. Jika Anda mengalami gejala ini, sebaiknya segera hubungi fasilitas kesehatan agar Anda mendapatkan pengobatan dengan segera.

Batuk Darah

Untuk mengetahui lebih jauh terkait batuk berdarah atau hemoptisis, simak penjelasannya berikut ini.

Gejala yang pasti dari penyakit ini adalah keluarnya darah saat tengah batuk. Darah yang keluar bisa banyak atau sedikit, semua tergantung dari parah atau tidaknya kondisi penyakit yang dialami.

Selain keluar darah saat batuk, penderita juga akan mengalami beberapa gejala lain, seperti:

-Nyeri pada dada, apalagi saat batuk.

-Tubuh mengalami demam.

-Batuk dalam jangka waktu lama atau sekitar dua minggu sebelum darah muncul.

-Berkeringat saat malam hari.

-Tubuh mudah merasa lelah dan terasa lemah.

-Nafsu makan yang hilang hingga berat badan menurun.

Batuk berdarah bisa disebabkan oleh beberapa penyakit yang menjangkit saluran pernapasan, seperti:

-TBC

-Bronkitis kronis atau bronkitis akut

-Kanker paru-paru

-Saluran udara yang rusak, biasanya karena cystic fibrosis

-Peradangan pada paru-paru

-Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

-Abses paru-paru

-Masuknya benda asing pada saluran udara

-Tumor paru-paru

-Indeksi parasit

-Emboli paru

-Cidera karena luka kecelakaan atau luka tembak

-Endometriosis

-Gagal jantung

Adapun beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan seseorang mengalami batuk berdarah, seperti:

-Perokok aktif

-Penderita HIV/AIDS

-Mengkonsumsi imunosupresan

- Adanya riwayat keluarga yang pernah mengalami kelainan pembekuan darah

Cara pencegahan batuk berdarah adalah dengan menghindari sumber penyebabnya. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Salah satunya, menjaga ventilasi udara dalam kondisi baik, hal ini dilakukan agar pertukaran udara bisa berlangsung dengan mudah, menjaga kebersihan tubuh dengan rajin mencuci tangan dan mandi.  Tutup mulut ketika bersin dan batuk. Gunakan masker di keramaian serta mengikuti pola hidup sehat.

Sementara itu, untuk mengobati batuk berdarah biasanya akan disesuaikan dengan penyebabnya. Jika batuk darah disebabkan karena penyakit TBC, pasien akan menjalani pengobatan minimal 6 bulan dengan mengkonsumsi obat-obatan antituberkulosis (OAT).

Jika penyebabnya adalah tumor atau kanker paru, maka tim medis akan melakukan operasi pengangkatan kanker. Pasien juga bisa menjalani kemoterapi, radioterapi, dan lain-lain.

Begitu juga dengan penanganan penyebab lainnya, semuanya akan disesuaikan.

(RIN)

1
3