Share

Punya Maag dan Gerd? Hindari 5 Makanan Pemicunya Ini Ya!

Kiki Oktaliani, Jurnalis · Selasa 20 September 2022 21:48 WIB
$detail['images_title']
rasa nyeri bisa timbul karena konsumsi makanan pemicu maag dan gerd, (Foto: Freepik)

MEMILIKI penyakit terkait sistem pencernaan, seperti maag dan GERD memang membuat diri tak nyaman.

Rasa sakit di bagian perut, bahkan bisa menjalar hingga ke ulu hati, bisa menganggu aktivitas sehari-hari secara tiba-tiba.

Nah, kambuhnya maag dan GERD ini sebetulnya bisa dikelola, dengan menghindari beberapa makanan yang menjadi pemicunya. Lantas apa saja makanan tersebut? Menghimpun penjelasan ahli penyakit dalam dr. Adeline, SpPD dalam acara Okezone Instagram Live ‘Perut Nyeri, Sakit Maag atau GERD”, dan berbagai sumber lainnya, Selasa (20/9/2022) berikut ulasannya di bawah ini.

1. Cokelat: Mengutip Academy of Nutrition and Dietetics, cokelat memperlambat laju pengosongan perut yang menyebabkan LES (Lowes Esophageal Spincter) menjadi rileks. LES merupakan otot berupa katup yang menjaga isi perut agar tidak mengalir mundur ke kerongkongan. Rileksnya otot ini yang memicu asam lambung bergerak naik kek kerongkongan yang kemudian mengiritasi jaringan sensitif pada kerongkongan. Cokelat juga mengandung zat methylxanthine, yang merangsang jantung dan melemaskan jaringan otot polos.

2. Buah sitrus: Sitrus merupakan kelompok buah-buahan yang mengandung kadar asam tinggi. Buah-buahan seperti lemon, jeruk dan jeruk nipis, hingga anggur dapat memicu GERD semakin parah. Dijelaskan dr. Adeline, SpPD salah satu tanda khas dari GERD adalah heart burn (sensasi seperti terbakar). Sitrus jadi jenis buah-buahan yang harus dihindari karena kadar asamnya yang tinggi, dan memicu perut untuk memproduksi asam lebih banyak. Hal ini menyebabkan perut terasa begah dan menyebabkan refluks.

3. Mint:Sama halnya dengan makanan pemicu gerd atau maag lainnya, mint juga memiliki mekanisme yang sama ketika dicerna dalam tubuh. Mint juga merilekskan otot di esofagus termasuk sfingter, sehingga asam serta sisa makanan mengalir kembali dan menyebabkan refluks yang lebih parah.

4. Gorengan: Memiliki lemak jenuh yang sangat tinggi, dan membutuhkan waktu yang lama agar dapat terurai di perut serta memperlambat proses pencernaan. Supaya bisa memecah lemak kompleks ini, perut akan menghasilkan lebih banyak asam. Akibatnya, perut akan menjadi lebih kenyang dan meningkatkan kemungkinan terjadinya refluks.

5. Makanan pedas: Penelitian menunjukkan bahwa makanan pedas dapat menyebabkan sakit perut dan gejala terbakar jika memiliki gangguan gastrointestinal fungsional. Capsaicin, senyawa kimia yang membuat makanan terasa pedas, dapat mengiritasi bagian kerongkongan, yang dapat menyebabkan refluks asam

BACA JUGA:5 Tips Mencegah Maag Kambuh, Dicoba Yuk!

BACA JUGA:Mengenal 2 Faktor Pemicu GERD, Termasuk Merokok hingga Obesitas

1
2