Share

Begini Cara Mengatasi Kesedihan Akibat Ditinggal Mati Seperti yang Dialami Raja Charles III

Dyah Ayu Pamela (Koran Sindo), Jurnalis · Selasa 20 September 2022 18:06 WIB
$detail['images_title']
Ratu Elizabeth II telah mangkat (Foto: BBC)

KINI Ratu Elizabeth II telah meninggalkan dunia untuk selamanya. Ia juga telah dimakamkan di tempat peristirahatan terakhirnya.

Anaknya, Raja Charles III, mengatakan berpulangnya sang ibu tercinta adalah momen kesedihan yang sangat mendalam bagi dirinya dan bagi keluarganya.

Raja Charles berduka

Ia juga mengatakan, kepergian Ratu Elizabeth sangat dirasakan dirinya, dan juga seluruh dunia. Ia sangat sedih kehilangan ibundanya tercinta.

Saat kehilangan orang yang kita cintai, apalagi disebabkan kematian pasti rasanya sangat sedih dan kehilangan sekali. Namun kita tak boleh bersedih secara terus-menerus.

Sebab kesedihan yang terus-menerus tak baik untuk kesehatan fisik dan mental. Lalu bagaimana cara mengatasi sedih akibat kehilangan orang tercinta?

1. Berusaha mengikhlaskan

Perasaan kehilangan orang yang sangat kita cintai itu sulit diungkapkan dengan kata-kata. Bahkan rasanya seolah-olah kamu juga mati juga. Kamu mungkin merasa marah, kecewa, atau bersalah atas kepergiannya.

Sebenarnya apa yang kamu rasakan adalah normal dan akan butuh waktu untuk bisa mengatur emosimu. Guna mencapai kedamaian hati, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menerima kenyataan bahwa orang yang kamu cintai telah meninggal entah karena sakit atau takdir Tuhan. Belajar mengikhlaskannya pelan-pelan.

 BACA JUGA:Penuh Kesedihan, Potret Black Rod Sarah Clarke Menahan Tangis di Depan Jenazah Ratu Elizabeth II

2. Mencoba menghadapi perasaanmu, jangan lari

Kamu harus belajar menghadapi perasaanmu. Jangan lari dengan pura-pura tidak sedih. Berikan waktu bagimu untuk merasa sedih. Supaya kamu bisa pulih dari rasa sedih, maka kamu harus menerima rasa sakit akibat kehilangan terlebih dulu. Kamu harus mengakui rasa sakit itu. Jika tidak, kamu malah hanya akan memperpanjang proses berduka.

Berikan waktu bagi dirimu untuk merasakan sedih. Jika sudah memberikan waktu untuk bersedih atau berduka, maka coba bangkit kembali.

Kamu bisa berbagi perasaanmu dengan menulis jurnal terkait dengan perasaanmu, berbagi cerita dengan orang lain, ikut kelas seni, berdoa, bermeditasi, atau pergi ke tempat ibadah. Rasa sedih tidak akan pernah berkurang bila kamu terus menutupinya. Semakin cepat kamu menghadapi perasaanmu, maka akan semakin cepat kamu sembuh.

3. Cari bantuan psikolog atau psikiater

Jika kamu merasa kewalahan dan tidak sanggup menghadapi kematian orang tercinta. Maka sebaiknya kamu pergi ke psikolog atau psikiater. Rasa duka yang dibiarkan berlarut-larut dan tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi seperti depresi, gangguan kecemasan, dan masalah kesehatan lainnya. Pergi ke psikolog atau psikiater bukanlah sebuah aib, ini justru membantu dan baik bagi kesehatan mentalmu.

4. Ceritakan perasaanmu kepada orang lain

Menghadapi kepergian orang tercinta memang membuat sangat terpukul. Kamu boleh berdiam diri untuk memberikan waktu berduka, namun jangan sama sekali menjauhkan diri dari anggota keluarga dan kerabat dekat lainnya.

Cobalah untuk tetap menjalin komunikasi dengan beberapa teman dan anggota keluarga. Ceritakanlah perasaanmu kepada mereka yang mampu memahami penderitaan yang kamu alami. Berbagi dengan orang lain terkait perasaan duka sangatlah penting dalam mengurangi perasaan negatif. Kasih sayang, saling berbagi dan cinta adalah kunci utama untuk bangkit dari kesedihan.

1
2