Share

Layanan Perawatan Kanker Ditunda Akibat Pemakaman Ratu Elizabeth II, Sukses Bikin Keluarga Pasien Marah

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 20 September 2022 11:54 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Freepik)

ACARA prosesi pemakaman Ratu Elizabeth II yang digelar selama kurang lebih 12 hari, nyatanya memang berdampak pada sistem layanan kesehatan masyarakat Inggris,

Ya, tidak hanya bank yang ditutup secara nasional, tapi beberapa beberapa operasi National Health Service (Layanan Kesehatan Nasional) juga membatalkan ribuan janji dan jadwal telah membatalkan ribuan janji dan prosedur yang dinilai tidak mendesak. Contohnya, prosedur operasi penggantian pinggul dan lutut, operasi katarak, pemeriksaan kehamilan, dan beberapa perawatan kanker.

Padahal, di kondisi normal pun daftar tunggu di rumah sakit disebutkan sudah berada di titik tertinggi sepanjang masa. Menurut catatan data NHS, ada sekitar 6,8 juta orang menunggu janji pada akhir Juli, termasuk lebih dari 377000 orang pasien yang telah menunggu lebih dari setahun. Janji temu yang dibatalkan ini, tentunya menambah daftar tunggu alias waiting list yang ada.

Mengutip Newsweek, Selasa (20/9/2022) hampir 40 persen pasien kanker harus menunggu lebih lama dari maksimum dua bulan untuk memulai perawatan setelah dirujuk segera oleh dokter umum yang menangani. Tidak heran, penutupan layanan kesehatan ini membuat yang terdampak contohnya keluarga pasien menjadi marah.

Contohnya, salah seorang suami yang istrinya adalah pasien kanker payudara. Dalam cuitan di akun Twitternya yang sudah mendapatkan lebih dari 140.000 like, Matt mengungkapkan kemarahannya. Ia menyebut, penundaan seperti ini hanya karena prosesi pemakaman Ratu merupakan tindakan yang bisa menelan korban jiwa.

“Temu janji istriku yang kanker payudara yang semestinya Senin ini dibatalkan. Artinya semua temu janji kanker payudara telah dibatalkan. Temu janji yang baru, satu bulan lagi. Aku yakin dia akan baik-baik saja, tapi periode menunggu ini akan pastinya bisa menelan korban jiwa. Ini kecarutan, atas nama monarki,” tutur Matt.

Senasib dengan Matt, pasien lainnya bernama Rebecca Rose, mengaku janji konsultasi dengna terapisnya juga dibatalkan. Padahal, untuk mendapatkan slot tersebut, ia harus mengantri lebih dari empat bulan. Saat ini, Rebecca hanya bisa menunggu penjadwalan ulang janji temu terapisnya tersebut.

“Jujur, ini sangat mengecewakan. Saya menghargai acara prosesi pemakaman, tapi saya berharap paling tidak ditutup hanya waktu pemakaman bukan sepanjang hari. Terapi, bagi saya itu seperti garis hidup dan itu semacam titik cahaya di ujung terowongan (atas penyakitnya)," tutur Rebecca, 

 BACA JUGA:Jangan Asal Minum Obat, Ini Kata Kemenkes Agar Tidak Celaka!

BACA JUGA:WHO Sebut Akhir Pandemi Mulai Terlihat, Kemenkes Soroti Kepatuhan Prokes dan Cakupan Vaksin Booster Indonesia

1
2