Share

5 Mitos Seputar Keringat dan Bau Badan, Begini Faktanya!

Destriana Indria Pamungkas, Jurnalis · Selasa 20 September 2022 06:53 WIB
$detail['images_title']
Mitos dan Keringat Bau Badan

5 mitos seputar keringat dan bau badan menarik untuk dibahas. Bau badan adalah topik yang masih bisa terasa tabu. Meskipun mungkin tidak tampak seperti topik yang sangat membutuhkan kesadaran, bau keringat  adalah subjek yang diselimuti rasa malu. Karena itu, ada beberapa kesalahpahaman seputar bau badan.

Berikut 5 mitos seputar keringat dan bau badan yang dirangkum dari berbagai sumber: 

1. Mitos Jarang Mandi Tidak Sebabkan Bau Badan

Bau Badan

Tidak mandi dapat memfasilitasi pertumbuhan berlebih dari kotoran dan kotoran pada kulit dan dapat teroksidasi dari paparan udara, juga menciptakan bau yang tidak sedap, meskipun ini adalah jenis bau yang sangat berbeda.

2. Mitos keringat bisa membuat bau badan

api percaya atau tidak, dokter kulit mana pun akan memberi tahu Anda bahwa keringat itu sendiri tidak berbau. Sebaliknya, bagaimana keringat berinteraksi dengan bakteri pada kulit yang menghasilkan bau busuk yang tidak diinginkan.

Zat-zat yang keluar bersama keringat pun hanya sedikit garam, urea, protein, dan karbohidrat. 
3. Mitos deodoran bisa sebabkan kanker
Membahas mengenai bau badan dan keringat pasti tak jauh-jauh dari yang namanya deodoran atau anti perspirant. Kedua benda tersebut kerap digunakan untuk mencegah bau badan. Namun, sebuah mitos yang berkembang mengatakan jika dua benda tersebut bisa menyebabkan kanker. 
Banyak yang mempercayai jika zat aluminium pada deodoran bisa masuk ke kulit dan menyebabkan DNA sel payudara berubah menjadi kanker. Teori lain menyebutkan jika paraben yang ada di dalam produk tersebut bisa menyebabkan kanker. 
Faktanya, belum ada bukti yang menunjukan jika anggapan tersebut benar.
4. Mitos bau badan tiap orang selalu sama
Anggapan mengenai bau badan setiap orang pasti sama tentu tidak benar. Bau badan bisa berubah tergantung dari kondisi tubuh, genetika, serta apa yang mereka makan. Jadi setiap orang tidak akan memiliki bau badan yang selalu sama. 
5. Gunakan Sabun bisa hilangkan bau badan
Sementara pembersih antibakteri dapat membantu meminimalkan bakteri penyebab bau pada kulit kita, pembersihan menggunakan sabun berlebihan bukanlah solusinya
Demikian informasi mengenai 5 mitos seputar keringat dan bau Badan. Semoga bermanfaat. 

Zat-zat yang keluar bersama keringat pun hanya sedikit garam, urea, protein, dan karbohidrat. 
3. Mitos deodoran bisa sebabkan kanker

Membahas mengenai bau badan dan keringat pasti tak jauh-jauh dari yang namanya deodoran atau anti perspirant. Kedua benda tersebut kerap digunakan untuk mencegah bau badan. Namun, sebuah mitos yang berkembang mengatakan jika dua benda tersebut bisa menyebabkan kanker. 

Banyak yang mempercayai jika zat aluminium pada deodoran bisa masuk ke kulit dan menyebabkan DNA sel payudara berubah menjadi kanker. Teori lain menyebutkan jika paraben yang ada di dalam produk tersebut bisa menyebabkan kanker.  Faktanya, belum ada bukti yang menunjukan jika anggapan tersebut benar.

4. Mitos bau badan tiap orang selalu sama

Anggapan mengenai bau badan setiap orang pasti sama tentu tidak benar. Bau badan bisa berubah tergantung dari kondisi tubuh, genetika, serta apa yang mereka makan. Jadi setiap orang tidak akan memiliki bau badan yang selalu sama.

5. Gunakan Sabun bisa hilangkan bau badan

Sementara pembersih antibakteri dapat membantu meminimalkan bakteri penyebab bau pada kulit kita, pembersihan menggunakan sabun berlebihan bukanlah solusinya
Demikian informasi mengenai 5 mitos seputar keringat dan bau Badan. Semoga bermanfaat. 

(RIN)

1
3