Share

Kebanyakan Tidur hingga Suka Menyendiri, 7 Kebiasaan Sehari-hari yang Tak Disadari Merusak Kesehatan Jantung

Putra Syah Norens, Jurnalis · Sabtu 17 September 2022 06:00 WIB
$detail['images_title']
7 kebiasaan sehari-hari yang merusak kesehatan jantung, (Foto: Freepik)

PENYAKIT jantung masih menjadi salah satu penyakit yang terbanyak mengakibatkan kematian. Tanpa pandang bulu, penyakit satu ini bisa menyerang siapa pun. Tua, muda, pria dan wanita.

Meski demikian, nyatanya dalam keseharian banyak orang, masih sering melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk yang bisa memicu kerusakan pada jantung.

Apakah kebiasaan buruk yang bisa memicu kerusakan pada jantung, selain merokok dan minum alkohol dalam jumlah berlebihan? Yuk cek paparan tujuh kebiasaan sehari-hari yang nyatanya bisa merusak jantung, seperti dirangkum dari Huffington Post, Sabtu (17/9/2022):

1. Diet cepat menghilangkan Makronutrien: Orang yang menjalankan diet rendah kolesterol untuk menghindari lemak sehat, serta zat gizi makro yang penting, malah akan berpotensi untuk memiliki penyakit jantung. Dokter Daniel Edmundowicz, kepala kardiologi di Rumah Sakit Universitas Temple, menilai meski jenis diet ini tidak akan menyebabkan peningkatan kadar kolesterol, namun dapat menyebabkan penambahan berat badan dan memberikan banyak tekanan pada sistem gula dan sistem diabetes. Akhirnya, bisa membebani sistem kardiovaskular. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perubahan kebiasaan makan yang tiba-tiba dan ekstrem dapat menyebabkan penurunan fungsi jantung.

2. Menyendiri: Terisolasi dari orang lain juga dapat berdampak besar pada kesehatan jantung kita, menurut Dr. Rigved Tadwalkar, selaku ahli jantung di Pusat Kesehatan Providence Saint John di Santa Monica, California menyebutkan menyendiri dapat menyebabkan depresi dan depresi ini lah yang meningkatkan faktor risiko kardiovaskular seperti hipertensi, gaya hidup dan kebiasaan makan yang buruk.

3. Buruknya kesehatan gigi: Masalah gigi seperti gusi dan kerusakan gigi ternyata dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri dalam aliran darah. Menurut Dr. Rigved, sangat mudah bagi bakteri di mulut untuk melakukan perjalanan ke darah. Gingivitis dan kesehatan mulut yang buruk bisa memicu terjadinya peradangan yang dapat memperburuk masalah jantung seperti kolesterol tinggi atau pecahnya plak.

4. Konsumsi obat dan suplemen tertentuBeberapa obat dan suplemen tertentu pernah dapat berpotensi untuk memicu masalah kardiovaskular. Dokter Rigved menekankan bahwa setiap orang tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi obat-obat mereka. Namun, dengan catatan orang dengan masalah tekanan darah atau detak jantung mungkin perlu berhati-hati dengan dosis dari obat yang dikonsumsi. Maka dari itu, penting untuk konsultasi dengan dokter untuk mencari tahu dosis yang tepat untuk kesehatan jantung. Di sisi lain, sauplemen juga dapat berdampak pada jantung terutama pada orang yang mengonsumsi vitamin dan suplemen herbal yang sebenarnya tidak mereka butuhkan. Menurut Dr. Rigved, suplemen dapat berinteraksi dengan obat yang diresepkan dan juga memiliki efek merusak pada jantung. Jangan lupa konsultasi dengan dokter!

BACA JUGA:Hati-Hati, Gigi Berlubang Bisa Sebabkan Gangguan Ginjal hingga Jantung Loh

BACA JUGA:Benarkah Tidak Sikat Gigi di Malam Hari, Bisa Bikin Sakit Jantung hingga Demensia?

5. Terlalu banyak kafein: Mengonsumsi kafein yang berlebih dapat mempercepat detak jantung, menyebabkan peningkatan detak jantung, menyebabkan kontraksi pembuluh darah dan peningkatan tekanan darah. Apabila seseorang sangat rentan terhadap gangguan detak jantung, kafein di kopi pada dosis tinggi dapat menyebabkan gangguan detak jantung. Kafein dianggap aman hingga 300 hingga 400 miligram, jika lebih dari itu bisa menimbulkan efek negatif. Kopi harian, cukup dua cangkir dalam sehari ya!

6. Stress yang tidak terkelola: Stres akan mengaktifkan sistem fight-or-flight secara kronis di dalam tubuh, hal ini akan menyebabkan peradangan dalam tubuh dan pelepasan hormon stres yang berkepanjangan seperti adrenalin. Faktor-faktor ini bisa jadi penyebab perubahan fisiologis dalam tubuh, termasuk peningkatan tekanan darah, kolesterol tinggi, obesitas, resistensi insulin dan gangguan ritme listrik. Stres kronis juga dapat meningkatkan risiko pembekuan darah di seluruh tubuh. Jika gumpalan terbentuk di arteri yang sudah menyempit, menyebabkan serangan jantung.

7. Kebanyakan atau kurang tidur: Ya, terlalu banyak atau terlalu sedikit tidur dapat menyebabkan masalah kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke. Bukan hanya tentang kuantitas tidur, tetapi juga kualitasnya. Tidur regeneratif berkualitas tinggi sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung. Kualitas tidur yang lebih rendah terkait dengan tekanan darah tinggi, peningkatan kolesterol, dan aterosklerosis (penumpukan plak di arteri).

1
3