Share

Hasil Penelitian: Minum Segelas Susu Sehari Bantu Kurangi 10 Persen Risiko Diabetes

Astri Lawrensia, Jurnalis · Sabtu 17 September 2022 08:00 WIB
$detail['images_title']
kebiasaan baik minum susu, (Foto: Freepik)

TIDAK semua orang menyukai atau terbiasa minum susu, apalagi masih ada sebagian orang yang menganggap kalau minum susu hanyalah untuk anak kecil.

Padahal, tahukah Anda bahwa kebiasaan minum susu sangat bermanfaat bagi kesehatan. Salah satunya, terkait dengan penyakit diabetes. Penyakit tidak menular (PTM) yang mendominasi masyarakat Indonesia.

Hubungan manfaat antara minum susu dengan pernyakit diabetes ini terungkap melalui studi penelitian dari University of Naples Federico II, Italia. Penelitian yang akan dipresentasikan pada pertemuan tahunan Asosiasi Eropa untuk Studi Diabetes di Stockholm.

Dari penelitian di atas, tim mendapati bahwa mengonsumsi susu dapat membantu dan melindungi tubuh dari berbagai penyakit, salah satunya diabetes. Hasil diperoleh dari analisi tim peneliti, yang menganalisa 13 studi tentang diet dan diabetes.

Tim penelitian menemukan dengan meminum segelas susu setiap hari dapat menurunkan 10 persen risiko diabetes. Mengonsumsi 200 gram sehari (untuk jenis susu apa pun) mampu mengurangi 5 persen (5%) risiko diabetes.

“Produk susu kaya akan nutrisi, vitamin, dan senyawa bioaktif lainnya yang dapat mempengaruhi metabolisme glukosa atau pemrosesan gula oleh tubuh. Misalnya, protein dalam susu diketahui dapat memodulasi kenaikan kadar gula darah setelah makan,” jelas peneliti, Dr Annalisa Giosu, melansir The Sun, Jumat (16/9/2022).

Hal ini berlaku juga pada produk olahan susu, seperti yogurt. Probiotik yang ada pada yogurt diketahui memberikan efek menguntungkan pada metabolisme glukosa. Ini lah mengapa peneliti menemukan bahwa konsumsi yogurt secara teratur dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2.

Selain rutin minum susu setiap hari, pencegahan diabetes juga bisa dilakukan dengan mengurangi konsumsi daging merah. Peneliti mengatakan bahwa daging merah dapat meningkatkan risiko diabetes.

Peningkatan risiko ini hingga 22 persen dalam mengembangkan penyakit bagi orang-orang yang mengonsumsi 100g setiap harinya atau sekitar setengah ukuran steak kecil.

“Olahan daging merah merupakan sumber penting dari komponen seperti asam lemak jenuh, kolesterol dan zat besi, yang semuanya dikenal dapat meningkatkan peradangan kronis tingkat rendah dan stres oksidatif. Ini bisa mengurangi sensitivitas sel terhadap insulin. Daging olahan juga mengandung nitrat, nitrit, dan natrium yang di antara efek samping lainnya, dapat merusak sel pankreas yang memproduksi insulin.” tambah Dr. Annalisa Giosu

Maka dari itu, selain minum susu para peneliti juga merekomendasikan agar dapat mengurangi konsumsi daging merah dan menggantinya dengan makanan yang mengandung protein seperti ikan dan telur.

 BACA JUGA:Buat Pengeluaran Membengkak, Penyakit Infeksi Emerging Jadi Beban Berat Negara di Era Globalisasi

1
2