Share

WHO Sebut Akhir Pandemi Mulai Terlihat, Kemenkes Soroti Kepatuhan Prokes dan Cakupan Vaksin Booster Indonesia

Kevi Laras, Jurnalis · Jum'at 16 September 2022 19:35 WIB
$detail['images_title']
Pandemi Covid-19 (Foto: Reuters/Lim Huey Teng)

BADAN Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini menyatakan akhir situasi pandemi Covid-19 sudah mulai terlihat di depan mata.

Meski demikian, untuk situasi pandemi di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) masih terus menyoroti tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan (Prokes) dan cakupan vaksinasi dosis ketiga (booster) di Tanah Air.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI, dr. Mohammad Syahril, menyerukan masyarakat untuk secepatnya melakukan vaksinasi booster dan sambil tetap mematuhi prokes agar pandemi segera berakhir.

"Beliau mengingatkan semua bukan berarti selesai pandeminya. Upaya selama ini dilakukan semua negara termasuk Indonesia, dengan disiplin masker dan vaksinasi maka itu harus dipertahankan," kata dr. Syahril, ketika konferensi pers Update Covid-19, Hepatitis dan Monkeypox, Jumat (16/9/2022).

Merujuk pada enam pedoman ringkasan kebijakan dari WHO untuk menyelesaikan pandemi Covid-19, yakni vaksinasi, melakukan testing dan sequencing, sistem kesehatan untuk pelayanan Covid-19, mempersiapkan lonjakan kasus, melakukan tindakan pencegahan dan pengendalian serta menyampaikan informasi terkait Covid-19 kepada masyarakat.

Dokter Syahril mengatakan seluruh elemen masyarakat berperan penting dalam menyelesaikan pandemi Covid-19 ini.

"Jika tidak meningkatkan atau memperhatikan disiplin protokol kesehatan, serta tidak mengejar cakupan vaksinasi. Bisa saja pandemi tidak berakhir ya," lanjutnya.

Menindaklanjuti cakupan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster) yang masih sangat rendah, baru mencapai 26 persen secara nasional. Syahril mengatakan, Kemenkes akan menggenjot lagi seluruh strategi yang selama ini sebetulnya sudah dilakoni.

"Saya kira upaya yang akan kita lakukan, sebetulnya sudah digariskan oleh Presiden. Pencegahan dengan vaksin booster, lalu seluruh stake holder, TNI/Polri, media semuanya berjibaku dengan melakukan sentra-sentra vaksinasi. Jika itu kita lakukan lagi dan memberikan informasi kepada masyarakat, agar masyarakat mau juga mendukung vaksinasi ini," tutup dr. Syahril

BACA JUGA:Lindungi Anak dari Penyakit Pneumonia, Kemenkes Targetkan 4,6 Juta Imunisasi PCV

 BACA JUGA: Masyarakat Malas Vaksinasi, Jubir Kemenkes: Booster Tingkatkan Antibodi 4-6 Kali Lipat 

1
2