Share

Studi: Buang Air Besar Lebih dari Sekali dalam Sehari, Rawan Alami Serangan Jantung

Astri Lawrensia, Jurnalis · Jum'at 16 September 2022 07:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Freepik)

BUANG air besar merupakan salah satu proses metabolisme alami dalam tubuh mahluk hidup seperti manusia.

Rutinitas buang air besar (BAB) yang dilakukan sehari – hari, nyatanya memang menjadi salah satu pertanda bahwa tubuh kita melakukan fungsi metabolismenya dengan baik. Setiap orang biasanya memiliki frekuensi BAB yang berbeda – beda.

Hal ini dikarenakan pola makan dan aktivitas yang dilakukan sehari - hari. Namun biasanya, frekuensi BAB yang dilakukan sebagian besar orang pada umumnya, satu kali dalam sehari.

Tahukah Anda, frekuensi seseorang ke kamar mandi untuk buang besar bisa menjadi prediksi risiko serangan jantung. Ya, menurut penelitian jika ada salah satu hal abnormal terjadi dalam rutinitas BAB seperti terlalu sering atau terlalu jarang buang air besar, bisa menjadi salah satu gejala yang bisa memprediksi risiko serangan jantung.

Hasil temuan tersebut, dijelaskan oleh para ilmuwan dari Cina yang menemukan bahwa sering buang air besar sepanjang hari merupakan indikator dari beberapa masalah kesehatan yang serius.

Penelitian menunjukkan bahwa buang air besar yang sehat dan normal itu adalah yang hanya satu kali sehari saja. Namun, orang yang lebih dari satu kali buang air besar dalam sehari, disebutkan memiliki risiko tinggi mengalami serangan jantung, diabetes tipe 2, penyakit jantung hingga ginjal, mengutip The Sun, Jumat (16/9/2022).

Sebaliknya, jika frekuensi buang air besar kurang dari satu kali dalam sehari, di sisi lain juga merupakan indikasi masalah utama penyakit jantung.

Masih dari penelitian yang sama, tim peneliti juga menemukan bahwa buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu berhubungan dengan risiko penyakit jantung, stroke dan penyakit ginjal yang lebih tinggi.

 BACA JUGA:Hati-Hati, Gigi Berlubang Bisa Sebabkan Gangguan Ginjal hingga Jantung Loh

BACA JUGA:Terpapar Gas Air Mata Bisa Sebabkan Serangan Jantung, Benarkah?

Para peneliti juga mengaitkan penelitian ini dengan kondisi usus normal manusia. Peneliti menyebut, orang dengan gerakan usus yang tidak normal harus mempertimbangkan kemungkinan penyakit yang tidak terdiagnosis dan waspada terhadap potensi risiko di masa depan dari berbagai kondisi kesehatan.

Supaya bisa mengetahui kondisi normal usus, sangat penting menyadari tanda - tanda dan gejala kanker usus. Mulai dari pendarahan dari bagian belakang, atau darah dalam kotoran, perubahan dalam frekuensi BAB, nyeri atau ada benjolan di perut, mudah kelelahan, dan kehilangan berat badan.

Jika terdapat kebiasaan frekuensi buang air besar yang berubah dalam waktu jangka lama dan gejala - gejala seperti di atas, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

1
3