Share

Indonesia Menuju Endemi, IDI: Jangan Euforia Dulu!

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 15 September 2022 17:04 WIB
$detail['images_title']
Indonesia menuju endemi (Foto: The economic times)

DOKTER Spesialis Paru sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr Erlina Burhan mengatakan, keputusan untuk melepas masker tergantung situasi dan masyarakat.

Apalagi sampai saat ini cakupan vaksinasi booster di Indonesia masih rendah yaitu 26%.

 pandemi Covid-19

Ia menilai, Covid-19 tidak bisa dipastikan, sehingga perlu belajar dari masa lalu. Selain itu masyarakat juga harus mematuhi protokol kesehatan (Prokes) sebab pandemi Covid-19 belum berakhir.

"Ingat, Covid-19 itu unpredictable, situasinya dinamis, dulu tahun lalu kita merasa sudah turun kasus harian 300. Tiba-tiba muncul Omicron, bahkan puncak di Februari sampai 60 ribu," ujar Dr. dr. Erlina Burhan, MSc., Sp.P.(K), Dokter Spesialis Pulmonologi dan Pengobatan Pernafasan, sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dalam Webinar Vaksinasi Booster di Gedung Astrazeneca, Kamis (15/9/2022).

 BACA JUGA:WHO: Jumlah Kematian Akibat Covid-19 di Dunia Saat Ini Ada di Titik Terendah

Kondisi saat ini, menurutnya sedang menuju ke fase endemi. Sehingga dia meminta agar masyarakat jangan lupa akan pentingnya memakai masker dan vaksin booster.

Sebagaimana berdasarkan penilaiannya, angka keterisian rumah sakit mulai menurun. Meskipun ada varian baru, namun tidak sampai menimbulkan peningkatan (puncak).

"Alhamdulillah meskipun sekarang ada varian baru nggak sampai puncak cuma riak-riak saja. Pasien di RS dan kematian menurun, mengarah endemi tapi jangan terlalu euforia," jelasnya.

"Kebiasaan baik seperti cuci tangan, pakai masker, dan tingkatkan cakupan booster pertama. Primer sudah cukup dan booster pertama," imbuh Dokter Erlina.

1
2