Share

Hari Keselamatan Pasien Sedunia, Terungkap Angka Kematian Bayi di Indonesia Masih Tinggi

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 15 September 2022 15:35 WIB
$detail['images_title']
Angka kematian bayi masih tinggi (Foto: Pixabay)

MEMPERINGATI Hari Keselamatan Pasien Sedunia, ternyata jumlah kematian bayi di Indonesia masih tinggi. Hal tersebut disampaikan oleh Dokter Nadia Dwi Insani, Sp.A (K) dari RSUP Fatmawati.

Ia mengungkapkan, Indonesia masuk dalam delapan negara paling tinggi angka kematian bayinya.

 bayi

"Memperingati Hari Keselamatan Pasien Sedunia, Indonesia sendiri masuk di antara 8 negara dengan angka kematian bayi paling tinggi," ujar dr. Nadia Dwi Insani, Sp.A (K) dalam webinar World Patient Safety di kanal YouTube Kemenkes, Kamis (15/9/2022).

Dalam penjelasannya, Dokter Nadia menjelaskan, berdasarkan pengalamannya selama jadi dokter, bayi yang meninggal didominasi kasus sepsis. Di mana banyak bayi mendapatkan pengobatan antibiotik, namun tidak menunjukkan kondisi yang lebih baik.

 BACA JUGA:Hati-Hati, Bayi Lemas dan Tak Nangis Bisa Jadi Tanda Cerebral Palsy

"Bersama tim terdiri dari perawat farmasi dan dan mencoba investigasi, apa kira-kira penyebab membuat angka kematian bayi ini tinggi?", jelasnya.

Sehubungan dengan ini, ia mengungkap kondisi bayi sangat rentan akan infeksi apapun yang masuk ke dalam darah.

Mengingat kondisi bayi sangat rentan terhadap virus. Sebab bayi belum memiliki sistem kekebalan tubuh maksimal. Makanya perawatan bayi harus steril.

1
2