Share

Capaian Vaksinasi Booster Masih Rendah, Dokter Paru Ungkap Penyebabnya!

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 15 September 2022 19:30 WIB
$detail['images_title']
Vaksin Covid-19 (Foto: The scientist)

SEMANGAT masyarakat untuk vaksinasi booster atau dosis ketiga, dinilai masih rendah. Hal ini berbanding terbalik saat tahun lalu, momen lebaran masyarakat cukup tinggi untuk melakukan vaksinasi.

Dokter Spesialis Paru menyoroti jumlah sentra vaksin, yang mana jumlahnya saat momen lebaran tahun banyak. Artinya masyarakat bisa melakukan di mana saja dan dinilai lebih masif.

 vaksin booster

Dr. dr. Erlina Burhan, MSc., Sp.P.(K), Dokter Spesialis Pulmonologi dan Pengobatan Pernafasan, sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjelaskan, dulu (momen lebaran) kan ada aturan vaksin, meskipun masyarakat malas tapi tetap mereka berusaha vaksin.

"Saya kira kalau sesuatu yang bagus harus tetap kita jalankan. Suatu aturan bagus tetap dilakukan," jelas Dr. dr. Erlina Burhan, MSc., Sp.P.(K).

 BACA JUGA:Sudah Vaksin Booster tapi Tetap Kena Covid-19, Mungkin Gara-gara Ini?

Dalam pemaparannya, Dokter Erlina juga mengungkap data capaian vaksinasi booster baru diangka 26%. Angka itu masih sangat jauh dari vaksin primer atau dosis satu 86% dan dua sebanyak 72%.

Sehingga diperlukan kerjasama seluruh pihak dan termasuk masyarakat agar capaian vaksinasi booster lebih meningkat. Sedangkan kendala, menurut Dokter Erlina, antara lain sentra vaksinasi dan distribusinya.

"Makanya kita sebut booster penting, cuman cakupan rendah. Saya tak tahu persis kenapa booster nggak secepat dosis 1 dan 2. Bisa jadi masalah distribusi, sentra vaksinasi yang sudah mulai berkurang," ungkapnya.

"Saya terus sampaikan, sama-sama berkolaborasi atasi pandemi. Semua aspek berkolaborasi, karena indonesia termasuk negara lumayan oke menangani Covid-19," kata Dokter Erlina.

1
2