Share

WHO: Jumlah Kematian Akibat Covid-19 di Dunia Saat Ini Ada di Titik Terendah

Wiwie Heriyani, Jurnalis · Kamis 15 September 2022 14:25 WIB
$detail['images_title']
Pandemi Covid-19 (Foto: Reuters/Lim Huey Teng)

BADAN Kesehatan Dunia (WHO) membawa kabar baik terkait angka kematian akibat pandemi infeksi Covid-19.

Sebagaimana dikutip dari ABC News, Kamis (15/9/2022) WHO melaporkan sejak pekan lalu, jumlah angka kematian akibat infeksi Covid-19 di seluruh dunia terlihat merupakan yang terendah yang dilaporkan, sejak Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi global pada Maret 2020.

Hal ini dinilai sebagai salah satu pertanda baik, yang bisa menjadi titik balik dalam pandemi global yang terjadi selama bertahun-tahun.

Dalam konferensi pers di Jenewa, pada Rabu, 14 September 2022, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pandemi Covid-19 belum berakhir tapi setidaknya sudah mulai ada titik terang untuk bisa menuju ke arah sana.

“Kita belum sampai di sana, tetapi titik akhir sudah di depan mata,” kata Tedros.

 BACA JUGA:Sebentar Lagi Hadir, Simak Yuk KIPI Vaksin Cacar Monyet!

BACA JUGA: FDA dan CDC Beri Izin Vaksin Bivalen Jadi Booster, Ahli Kesehatan: Melawan Gelombang Baru saat Musim Dingin!

“Sekarang adalah waktunya untuk berlari lebih keras dan memastikan kita bisamelewati batas dan menuai semua hasil dari kerja keras kita,” lanjutnya.

Dalam laporan mingguan tentang pandemi, badan kesehatan AS mengatakan kematian akibat virus Covid-19 turun 22 persen dalam seminggu terakhir, berdasarkan lebih dari 11.000 kasus yang dilaporkan di seluruh dunia.

Selain itu, terjadi pula penurunan hingga 28 persen dari 3,1 juta kasus positif baru yang terjadi di sejumlah negara selama beberapa minggu terakhir.

Meski kondisi sudah jauh lebih membaik, WHO tetap mengingatkan bahwa praktik pemeriksaan dan pengawasan Covid-19 yang disepelekan di banyak negara, bisa membuat banyak kasus positif tidak terdeteksi dengan baik dan tepat.

WHO lantas mengeluarkan serangkaian ringkasan pedoman kebijakan bagi pemerintah untuk memperkuat upaya dalam melawan Covid-19, seiring dengan menjelang perkiraan lonjakan kasus Covid-19 di musim dingin mendatang.

“Jika kita tidak mengambil kesempatan ini sekarang, kita menghadapi risiko lebih banyak varian, lebih banyak kematian, lebih banyak lagi gangguan, dan lebih banyak ketidakpastian,” tegas Tedros.

1
2