Share

Bisakah HIV Ditularkan Lewat Gigitan Nyamuk?

Kevi Laras, Jurnalis · Rabu 14 September 2022 22:25 WIB
$detail['images_title']
Gigitan nyamuk (Foto: Scientific american)

PENYAKIT HIV (human immunodeficiency virus) hingga saat ini masih jadi isu hangat kesehatan. Secara umum masyarakat belum memahami baik bagaimana penularan HIV dengan baik, hingga ada asumsi penularan melalui gigitan nyamuk.

Lantas apakah bisa HIV ditularkan lewat gigitan nyamuk?

 gigitan nyamuk

Mendengar hal itu, ahli kesehatan Prof Zubairi menjelaskan bahwa belum ada bukti benar adanya penularan HIV melalui nyamuk.

"Sebenarnya ini bukan isu baru, bahkan cukup banyak yang percaya. Namun, tidak ada fakta medis yang menyatakan bahwa gigitan nyamuk itu dapat menularkan HIV," kata Spesialis Penyakit Dalam sekaligus Pakar dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Zubairi Djoerban, dikutip dari akun Twitternya @ProfesorZubairi.

Sehubungan dengan ini, Prof Zubairi menerangkan, penularan virus lain bisa ditularkan melalui gigitan nyamuk, seperti malaria dan demam berdarah (DBD).

Dengan demikian, terkait penularan HIV atau AIDS dari nyamuk, masih belum bisa dipercaya karena tidak ada bukti medisnya.

 BACA JUGA:5 Kelompok yang Paling Rentan Tertular HIV, Pekerja Seksual Nomor 1

"Benar, tapi bukan HIV atau AIDS. Virus HIV di tubuh nyamuk itu enggak tenang, rentan, dan tidak bisa hidup alias akan mati dengan cepat," jelasnya.

Sebelumnya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan, untuk penularan HIV pada anak sekitar 90% dimulai dari ibu, ketika mengandung dan melahirkan (persalinan).

Adapun kasus remaja terjangkit HIV. Bisa terjadi adanya perilaku untuk mencoba berbagai hal, seperti penggunaan narkoba suntik, hubungan seks, maupun hubungan seks antar sesama lelaki alias gay.

"Penularan dari kehamilan dan persalinan itu lebih dari 90% tetapi kita juga punya kasus-kasus terjadi di remaja yang penularannya horizontal bukan vertikal," ungkap Dr Endah Ketua Satgas HIV IDAI.

1
2