Share

BPA Dapat Mempengaruhi Hormon Endokrin?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Rabu 14 September 2022 22:23 WIB
$detail['images_title']
BPA bisa terdapat pada botol susu bayi (Foto: Parents)

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai lembaga yang berwenang menilai mutu, keamanan, dan kesehatan pangan terus menyuarakan kekhawatirannya terhadap tingkat paparan BPA pada AMDK galon plastik keras.

BPOM juga sudah menyusun rancangan peraturan pelabelan BPA pada AMDK galon plastik keras. Rancangan peraturan ini disusun BPOM setelah melakukan survei atau pengawasan terhadap AMDK galon selama 2021-2022.

BPOM

Kepala BPOM Penny K. Lukito menjelaskan, hasil pengawasan lapangan BPOM menemukan 3,4 persen sampel di sarana peredaran tidak memenuhi syarat batas maksimal migrasi BPA, yakni 0,6 bpj (bagian per juta).

Lalu ada 46,97 persen sampel di sarana peredaran dan 30,91 persen sampel di sarana produksi yang dikategorikan mengkhawatirkan, atau migrasi BPA-nya berada di kisaran 0,05 bpj sampai 0,6 bpj.

“Proses pasca-produksi seperti transportasi dan penyimpanan AMDK galon, daripabrik menuju konsumen melalui berbagai media dan ruang yang tidak sesuai  prosedur, diduga menjadi penyebab kandungan BPA dalam kemasan galon polikarbonat bermigrasi dalam air,” kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Medan, Martin Suhendri.

“Sebagai contoh, galon yang terkena panas atau dibanting-banting,” tambah Martin.

Sementara itu, Guru Besar Teknik Kimia Universitas Diponegoro, Prof. Andri Cahyo Kumoro. Prof. Andri mengatakan, pelepasan BPA pada galon guna ulang rentan terjadi bila galon sampai tergores atau terpapar sinar matahari langsung.

Temuan lapangan BPOM sepanjang 2021-2022 di Medan, Bandung, Jakarta, Manado, Banda Aceh, dan Aceh Tenggara, cukup mengejutkan. BPOM menemukan bahwa kandungan BPA dalam AMDK di enam daerah tersebut telah melebihi ambang batas yang ditentukan, yakni 0,6 bagian per sejuta (ppm) per liter.

Dr Evi Naria dari Fakultas Kesehatan Masyarakat di Universitas Sumatera Utara mengatakan, dari produksi 21 miliar liter air minum per tahun, sebanyak 22 persen di antaranya diproduksi dalam wadah kemasan galon. Galon guna ulang berbahan BPA terbukti sangat dominan, karena jumlahnya mencapai 96,4 persen.

Dokter Spesialis Anak dr Irfan Dzakir Nugroho menambahkan, BPA diketahui dapat mempengaruhi hormon endokrin seperti estrogen, androgen, dan tiroid.

Selain itu, paparan BPA yang berlebih bisa menyebabkan gangguan homeostasis metabolik pada anak, gangguan struktur dan fungsi otak, efek kesehatan di usia selanjutnya pada anak.

 BACA JUGA:Pil Kontrasepsi Hormonal Ampuh Perbaiki Mood Swing kala PMS Loh

Sedangkan pada usia dewasa atau usia produktif, BPA bisa memengaruhi produktivitas dan bisa juga menyebabkan gangguan pada saat kehamilan dan persalinan, termasuk menyebabkan obesitas dan beberapa penyakit metabolik.

Lebih jauh, Dokter Irfan menguatkan penjelasan, bahwa kontaminasi BPA dapat membahayakan ibu hamil, karena mengganggu kerja endokrin, dan mampu meniru hormon estrogen.

Anak-anak bisa terpapar BPA dari plasenta, ASI, pemberian susu botol, dan pemberian makanan atau minuman yang telah terkontaminasi BPA.

1
2