Share

Apa Benar Sering Konsumsi Makanan Ber-MSG Bisa Kena Tumor?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Rabu 14 September 2022 15:46 WIB
$detail['images_title']
Makanan lezat penuh MSG (Foto: inst)

SEORANG wanita bernama Nanda viral di media sosial TikTok. Ia curhat karena di video, bahwa ia sering mengonsumsi makanan ber-MSG seperti seblak. Akibatnya ia menderita tumor payudara dan harus dioperasi.

Namun, hal yang menjadi pertanyaan apa benar MSG bisa menyebabkan tumor?

 makanan ber-MSG

Memang hingga saat ini, masih banyak yang berasumsi bahwa mi instan maupun makanan yang mengandung Monosodium Glutamat (MSG) memicu timbulnya tumor atau kanker.

Namun menurut Prof. Aru Sudoyo, Ketua Yayasan Kanker Indonesia, kandungan MSG itu sejatinya hanya mempengaruhi otak manusia sehingga mengubah persepsi tentang cita rasa makanan. Bahkan menjadi lebih enak.

MSG juga tidak langsung merusak DNA sel yang kemudian jadi tumor atau kanker, tapi efek sampingnya akan membuat seseorang ketagihan untuk mengonsumsinya.

Dalam arti lain, bila tidak dikontrol, berat tubuh akan mengalami kenaikan dalam waktu singkat.

“Itulah yang akan menimbulkan risiko kanker,” tutur Prof Aru kepada Okezone, beberapa waktu lalu.

 BACA JUGA:Viral Perempuan dengan Tumor Seberat 45 Kg, Dokter Bedah sampai Syok!

Lebih lanjut ia menjelaskan, kanker bukanlah sekadar penyakit modern buatan manusia, namun telah ditemukan sejak ribuan tahun lalu. Catatan medis di Mesir dan Yunani menemukan tanda-tanda kanker pada kerangka manusia dari 3000 tahun silam.

Meski gaya hidup, diet, dan polusi udara berdampak pada risiko terkena kanker, hal tersebut tidak sepenuhnya disimpulkan sebagai penyakit modern buatan manusia. Banyak penyebab kanker datang dari alam. Satu dari enam kanker yang mendunia disebabkan oleh berbagai virus dan bakteri.

Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk mencegah kanker adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Ada tiga komponen utama yang harus diperhatikan yakni, menjaga berat badan yang ideal, olahraga teratur, serta mengikuti diet atau mengonsumsi makanan sehat.

“Ketiga komponen ini dipercaya dapat menurunkan risiko terkena kanker hingga 35 persen. Menghindari alkohol berlebihan serta tidak merokok juga dapat menurunkan risiko kanker lebih besar lagi,” terang Prof Aru.

1
2