Share

Jangan Diremehkan, Ternyata Flu Bisa Menimbulkan Komplikasi

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Rabu 14 September 2022 11:27 WIB
$detail['images_title']
Pria terserang flu (Foto: New atlas)

SELAMA ini masyarakat sering menganggap sepele penyakit flu atau influenza. Saat masyarakat mulai bersin-bersin, pusing, badan meriang dan sedikit demam, hingga diare, sebagian dari mereka tak menanggapinya terlalu serius.

Padahal, tak semua penyakit dengan gejala flu bisa tuntas hanya dengan obat saja.

 terserang flu

Diketahui, flu merupakan salah satu infeksi virus yang bisa menjurus berbagai penyakit lain. Mulai dari gejala penyakit ringan hingga komplikasi penyakit berat.

"Tercatat setidaknya ada 290.000-650.000 orang yang meninggal akibat virus influenza. Hal ini bisa terjadi ketika penyakit influenza telah mencapai tahap komplikasi," demikian pernyataan World Health Organization (WHO).

Ada berbagai jenis komplikasi flu, mulai dari yang ringan hingga berat. Center of Disease Control and Prevention menyebut, ada berbagai jenis komplikasi flu seperti pneumonia, infeksi telinga, infeksi sinus, atau kondisi yang jauh lebih serius, seperti gagal jantung kongestif, asma, atau diabetes.

"Semua punya risiko untuk terkena komplikasi flu. Namun, orang dengan usia lanjut (65 tahun ke, atas), orang dengan kondisi medis kronis seperti asma, diabetes, atau penyakit jantung, wanita hamil, dan anak-anak di bawah 5 tahun memiliki risiko terbesar untuk terkena komplikasi, flu," kata CDC.

Lantas, bagaimana cara mencegah terjadinya komplikasi flu?

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya flu. Menurut WHO, cuci tangan secara rutin dan menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin dengan tisu, menjadi beberapa cara mencegah flu.

Lalu, istirahat cukup ketika merasa tidak enak badan, pusing, atau gejala flu lainnya, kemudian hindari kontak dengan orang sakit, serta hindari menyentuh mata, hidung, atau mulut.

"Lakukan vaksinasi flu setahun sekali," kata WHO.

WHO sangat merekomendasikan vaksinasi flu. Sebab terbukti efektif dan telah digunakan selama 60 tahun. Idealnya, vaksinasi flu dilakukan setiap satu tahun sekali.

 BACA JUGA:Bagaimana Cara Membedakan Flu Biasa dengan Covid-19?

"Hal ini dianjurkan untuk meng-update kondisi imun agar tetap kuat," ucap WHO.

Vaksinasi flu disarankan untuk semua orang, khususnya wanita hamil, anak usia 6 bulan-5 tahun, lansia di atas 65 tahun, orang dengan penyakit kronis dan tenaga medis.

Vaksin flu yang tersedia yaitu vaksin flu kuadrivalen dan vaksin flu trivalen. Vaksin influenza kuadrivalen adalah vaksin yang mengandung dua subtipe virus influenza A dan dua subtipe virus influenza B. Vaksin ini dibuat untuk meningkatkan perlindungan terhadap virus influenza B yang tidak tercakup oleh vaksin trivalen.

Dengan vaksin flu kuadrivalen perlindungan terhadap virus flu lebih lengkap dan luas. Vaksinasi flu tidak hanya melindungi diri sendiri, namun juga dapat melindungi orang lain.

1
2